Connect with us

Kesehatan

30 Cara Menurunkan Demam dengan Bahan Alami dan Obat Serta Efek Samping

Cara Menurunkan Deman – Demam mungkin sering terjadi pada banyak penyakit. Mulai dari kondisi yang ringan, seperti flu hingga penyakit yang benar-benar membutuhkan bantuan dan perawatan dokter segera. Untuk mencegah sekaligus membantu Anda membedakan gejala demam biasa dengan gejala demam yang disebabkan kondisi lain yang berbahaya.

Cara Menurunkan Deman

Pengertian Demam

Demam adalah gejala dari penyakit berbagai penyakit yang paling sering dialami oleh semua orang. Gejala ini bisa diakibatkan oleh berbagai hal, namun sebagian besar karena adanya infeksi dalam tubuh. Ternyata, cara mengatasi demam bisa berbeda-beda sesuai dengan kelompok umurnya.

Demam juga dapat diartikan adalah kondisi ketika suhu tubuh berada diatas angka 38 derajat celsius. Demam merupakan bagian dari proses kekebalan tubuh yang sedang melawan infeksi akibat virus, bakteri, atau parasit. Selain itu, demam juga bisa terjadi pada kondisi hipertiroidisme, artristis, atau karena penggunaan beberapa jenis obat-obatan, termasuk antibiotik. Kenaikan suhu tubuh akibat konsumsi obat ini disebut dengan demam obat atau “drug fever”.

Meskipun terkadang mengkhawatirkan, demam yang tinggi tidak selalu menandakan bahwa Anda menderita suatu penyakit yang serius. Demam yang seringkali tidak berbahaya. Malahan, demam merupakan pertanda bahwa sistem kekebalan tubuh sedang berusaha untuk melawan infeksi tersebut.

Demam bukanlah sebuah penyakit, melainkan gejala yang seringkali menyertai penyakit yang dapat sembuh sendiri tanpa memerlukan pengobatan, seperti misalnya flu atau pilek. Maka dari itu, demam akan menghilang dengan sendirinya saat penyakit yang mendasarinya sembuh. Tapi untuk mengobati demam yang lebih parah, beberapa obat-obatan panas boleh dibeli secara bebas di apotek.

Gejala Munculnya Deman

Gejala yang menyertai demam tergantung kepada penyebab demam itu sendiri. Berikut ini adalah contoh gejala yang bisa menyertai demam:

  • Sakit kepala
  • Berkeringat dingin
  • Menggigil
  • Dehidrasi
  • Batuk-batuk
  • Sakit tenggorokan
  • Sakit pada telinga
  • Diare dan muntah-muntah
  • Sakit otot
  • Kehilangan selera makan
  • Merasa kelelahan

Pemeriksaan suhu yang paling tepat adalah menggunakan termometer. Jangan mengandalkan rabaan tangan untuk memastikan demam atau tidak. Demam belum tentu menjadi kondisi yang serius, namun Anda perlu waspada apabila suhu tubuh Anda berada di atas 38 derajat celsius dan Anda mengalami satu atau lebih gejala di bawah ini:

  • Leher terasa kaku dan mata menjadi sangat sensitif terhadap cahaya.
  • Muntah-muntah secara terus menerus
  • Muncul bercak-bercak kemerahan pada kulit
  • Sesak napas
  • Terus menerus merasa ngantuk
  • Apabila Anda atau anak Anak anda merasa kesakitan
  • Anak tidak mau minum dan jarang buang air kecil.

Segera hubungi dokter atau rumah sakit apabila Anda mengalami gejala-gejala dia atas.

Memahami Suhu Tubuh Ketika Deman dan Cara Mengukurnya

Suhu tubuh adalah ukuran dari kemampuan tubuh dalam menghasilkan dan menyingkirkan hawa panas. Memahami suhu tubuh sangatlah penting untuk mengetahui gejala-gejala Anda terserang penyakit serius. Ketahui lah berapa suhu tubuh Anda dan cara mengukurnya. Ketahui pula berapa suhu tubuh abnormal demi mengantisipasi kondisi yang dapat mengancam jiwa.

1. Berapa Suhu Tubuh Normal Manusia?

Selama ini banyak orang menganggap suhu tubuh normal manusia berada pada titik 37 derajat celsius. Benar, rata-rata suhu tubuh normal manusia memang berada pada kisaran tersebut. Tapi kenyataan nya suhu tubuh normal tidak selalu pada titik 37 derajat celsius. Suhu tubuh yang normal bisa berada diantara 36, 5-37, 2 derajat celsius.

Suhu tubuh normal bisa berubah sepanjang hari. Aktivitas yang Anda lakukan sehari-hari juga bisa memengaruhi suhu tubuh. Biasanya, suhu akan naik hingga 0,6 derajat celsius sepanjang hari. Contohnya, ketika Anda berolahraga di hari yang panas maka suhu tubuh dapat naik 0,6 derajat celsius.

Suhu tubuh normal juga bisa berbeda-beda, entah lebih tinggi atau lebuh rendah, ketika seorang wanita berevolusi atau saat siklus menstruasi.

2. Berbahayakah Suhu Tubuh Rendah atau Suhu Tubuh Tinggi?

  • Suhu tubuh rendah

Suhu tubuh rendah bisa disebut sebagai hipotermia. Suhu tubuh yang terlalu rendah dapat mengancam jiwa karena memperlambat sistem kerja saraf dan berujung pada kegagalan fungsi organ jantung dan pernapasan, serta kematian.

Seseorang dikatakan mengalami hiportemia jika suhu tubuh berada dibawah 35 derajat celsius, ketika tubuh kehilangan panas lebih cepat dari menghasilkan nya. Kondisi ini terjadi ketika seseorang terkena paparan cuaca dingin seperti terlalu lama berada ditempat dingin, tidak memakai pakaian hangat saat ditempat dingin, atau terjatuh ke dalam air yang sangat dingin.

Pahami pula gejala-gejala terjadinya hiportemia. Pada orang dewasa, gejala yang akan dirasakan antara lain menggigil, bicara tidak jelas, pernapasan yang pendek dan pelan, serta perlahan-lahan hilang kesadaran. Sementara gejala yang terjadi pada bayi adalah kulit dingin dan berwarna merah.

Jika kedinginan, pakailah pakaian yang lebih tebal dan hangat. Usahakan agar tubuh selalu kering. Konsumsi minuman hangat yang manis dan tidak mengandung alkohol maupun kafein. Jika mencurigai seseorang mengalami hipotermia, segera bawa kerumah sakit terdekat karena ini merupakan kondisi darurat.

  • Suhu tubuh tinggi

Hipetermia adalah kondisi ketika suhu tubuh tubuh berada pada titik lebih dari 40 derajat celsius. Hipertemia terjadi ketika tubuh gagal mengatur suhu sehingga suhu tubuh pun terus meningkat. Sengatan panas akan dirasakan oleh pengidap hipertemia.

Demam berbeda dari hipertermia. Seseorang dikatakan mengalami demam ketika suhu tubuhnya berada di atas 37,5 derajat celsius dan bisa kembali ke titik suhu normal ketika Anda mengkonsumsi obat penurun panas, seperti aspirin atau paracetamol. Demam adalah peningkatan suhu tubuh dalam tingkat yang sepenuh nya terkendali oleh sistem pengaturan suhu tubuh, sedangkan hipertermia adalah meningkatnya suhu tubuh diluar kendali sistem tersebut.

Sengatan panas umumnya berkembang ketika seseorang berada di lingkungan yang panas dan tubuh tidak mampu mendinginkan diri secara efektif.

Suhu tubuh yang tinggi dan berkelanjutan dapat menyebabkan dehidrasi parah dan merusak organ tubuh secara permanen, seperti otak. Oleh karena itu, kondisi ini memerlukan penanganan medis secepatnya.

Orang dewasa dengan suhu tubuh 39,4 derajat celsius disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter.

3. Cara Mengukur Suhu Berdasarkan Jenis Termometer

Ada beberapa jenis termometer yang tersedia di Indonesia saat ini, antara lain:

1. Termometer telinga

Sesuai dengan namanya, termometer berbentuk kerucut kecil ini digunakan pada telinga. Suhu tubuh bisa terlihat di layar digital dalam hitungan detik.

2. Termometer elektronik

Terbuat dari plastik dan ujungnya menyerupai pencil. Termometer ini dapat digunakan di ketiak, mulut, atau rectum (anus). Jenis ini mudah digunakan dan dibaca.

3. Termometer dahi

Termometer ini menggunakan suhu kulit untuk menentukan suhu tubuh. Penggunaan termometer berbentuk tipis ini cukup ditempel pada dahi.

4. Termometer arteri temporal

Bisa digunakan untuk mengukur suhu tubuh pada bagian dahi.

5. Termometer sekali pakai

Jenis ini bisa dipakai sekali di mulut atau rectum. Bisa juga dipakai untuk untuk mengukur suhu terus menerus selama 48 jam pada kulit bayi. Termometer ini aman, namun tidak se akurat termometer elektronik dan telinga.

6. Termometer dot

Berbentuk seperti dot bayi. Cukup letakkan termometer ini di mulut bayi saat mengukur suhu. Termometer ini terbilang kurang efektif dan efisien karena butuh waktu lama untuk memunculkan hasilnya ditambah hasilnya tidak se akurat jenis termometer lain.

Di antara semua termometer yang ada di atas, termometer digital paling banyak di pilih karena selain ekonomis, penggunaan nya juga mudah dan hasil nya cukup akurat.

Maka dari itu, berikut akan dibahas mengenai cara yang paling tepat untuk menggunakan termometer digital.

Termometer digital dapat di pakai pada tiga bagian tubuh: mulut, ketiak, dan anus. Pastikan bahwa Anda tidak menggunakan termometer yang sama untuk mengukur suhu di anus dengan suhu di ketiak atau di mulut.

Berikut adalah langkah-langkah sederhana yang dapat Anda ikuti untuk menggunakan termometer digital:

  • Cucu tangan Anda dengan sabun lalu bilas dan keringkan hingga bersih.
  • Bersihkan termometer Anda, baik dengan mencucinya di air hangat atau menggunakan kapas alkohol.
  • Nyalakan Termometer Anda dengan memencet tombol yang ada, dan tunggu hingga tulisan di layar berhenti berkedip.
  • Letakkan termometer pada lipatan ketiak.
  • Tahan termometer di posisi yang sama sampai kurang lebih 40 detik atau sampai termometer berbunyi.
  • Ambil termometer dari ketiak, lalu bacalah tulisan yang tertera di layar. Angka yang tertera menunjukkan suhu tubuh orang tersebut.
  • Bersihkan kembali termometer menggunakan air dingin atau dengan menggunakan kapas alkohol.

Penyebab tidak akuratnya termometer

  • Tidak menggunakan termometer pada bagian tubuh yang tepat.
  • Terlalu cepat mengangkat termometer dari tubuh.
  • Baterai termometer lemah atau mati.
  • Tidak mengikuti petunjuk penggunaan termometer yang baik dan benar.
  • Mulut terbuka saat pengambilan suhu tubuh secara oral.
  • Pengambilan suhu tubuh dalam kurun waktu satu jam setelah olahraga berat atau setelah mandi air panas.
  • Pengambilan suhu tubuh secara oral dalam waktu 20 menit setelah merokok atau minum cairan panas atau dingin.

Memahami suhu tubuh sangatlah penting.jadi sediakan lah selalu termometer di rumah Anda sebagai langkah awal mendeteksi suhu tubuh apakah normal atau abnormal.

Penyebab Demam

Suhu tubuh manusia dapat berubah-ubah. Suhu tubuh akan lebih rendah di pagi hari dan meningkat pada sore serta malam hari. Beberapa hal yang memengaruhi suhu tubuh adalah aktifitas olahraga dan siklus menstruasi.

Berikut adalah penyebab demam yang sering terjadi:

  • Pasca imunisasi, misalnya setelah menerima vaksin pneumokokus atau vaksin TB.
  • Berbagai macam infeksi virus dan bakteri seperti sakit tenggorokan, keracunan makanan, cacar air, dan infeksi saluran kemih.
  • Infeksi akibat gigitan nyamuk seperti demam berdarah, malaria dan chikungunya.
  • Obat-obatan seperti antibiotic, antihipertensi dan anti derpresan.
  • Berdiri terlalu lama dibawah sinar matahari.
  • Penyakit seperti arthritis dan hipertiroidisme (kelenjar tiroid yang terlalu aktif)
  • Kanker, misalnya leukemia, kanker hati, dan kanker paru-paru.

Bagaimana Mencegah Demam?

Bagi Anda yang ingin terhindar dari demam. Ada beberapa cara hidup sehat yang dapat Anda lakukan untuk menghindarinya, yaitu:

  • Minum air bersih.
  • Makan-makanan segar.
  • Lindungi diri Anda dari dampak buruk perubahan cuaca.
  • Mandi setiap hari.
  • Menjaga kebersihan.
  • Rajin mencuci tangan.

Gejala Demam yang Diwaspadai

Tidak semua gejala penyakit demam disebabkan penyakit ringan, seperti flu. Ada gejala demam yang perlu sangat Anda waspadai, seperti:

1. Demam tinggi mendadak

berbeda dengan biasa, demam tinggi mendadak terjadi disebabkan oleh penyakit demam berdarah (DBD). Hal yang membedakan demam DBD dengan demam biasa adalah demam ini dapat mencapai 40 derajat celcius. Gejala demam ini sangat tinggi dibandingkan dengan demam biasa.

Penyakit demam berdarah terjadi akibat adanya gigitan dari nyamuk aedes aegypti dan aedes albocpictus.Demam biasa akan disertai gejala batuk dan pilek, sementara demam berdarah tidak demikian. Demam DBD bisa terjadi selama dua atau tujuh hari dengan di ikuti gejala lain, seperti:

  • Sakit kepala parah diikuti sakit kepala pada bagian belakang mata.
  • Nyeri otot dan sendi yang parah dan kelelahan.
  • Mual dan muntah.
  • Muncul ruam kulit, yang muncul dua hingga lima hari setelah timbulnya demam.
  • Perdarahan ringan (seperti hidung berdarah, atau mudah memar).

Kondisi ini harus mendapatkan penanganan segera. Sebab, akan terjadi komplikasi pada getah bening dan pembuluh darah, perdarahan dari gusi dan hidung, pembesaran hati, kegagalan sistem peredaran darah atau bahkan kematian.

2. Demam yang hilang timbul

Sekilas gejala demam akibat malaria, mirip seperti flu. Namun, demam malaria biasanya ditandai dengan kedinginan (menggigil) hingga suhu tubuh mencapai 40 derajat celcius dan berkeringat.

Gejala demam yang muncul biasanya hilang timbul (paroksimal). Terkadang pasien merasa sehat kemudian akan demam lagi dalam rentan waktu yang cepat. Tergantung dengan jenis parasit yang menyerang, kambuhnya demam bisa terjadi sekitar 8 hingga 10 jam, 48 jam, 78 jam.

Gejala malaria selain demam paroksial adalah:

  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Tubuh menggigil dan kedinginan
  • Tubuh berkeringat
  • Mual dan muntah

Bila tidak segera diobati, akan terjadi komplikasi seperti perubahan pada urin yang menjadi lebih gelap karena pecahnya sejumlah sel darah merah, gagal ginjal, anemia,  dan edema paru-paru.

3. Demam dengan nyeri sendi parah

Kondisi ini disebut dengan chikugunya dan disebabkan oleh gigitan nyamuk yang sama dengan demam berdarah. Bukan hanya demam biasa tapi juga disertai nyeri pada sendi yang parah.

Nyeri yang terjadi pada sendi sangat melemahkan, biasanya akan berlangsung selama beberapa hari atau bahkan bisa juga sampai berminggu-minggu seiring berkembangnya virus di dalam tubuh.

Ada beberapa gejala lain yang menyertainya, seperti:

  • Sakit kepala
  • Mual dan muntah
  • Kelelahan
  • Ruam pada sendi yang terasa nyeri.

Dalam beberapa kasus nyeri sendi dapat bertahan selama beberapa bulan, atau bahkan bertahun-tahun. Walau jarang terjadi kasus komplikasi, penyakit ini bisa menyerang mata, saraf dan jantung, serta keluhan gangguan pencernaan. Komplikasi serius tidak umum, tetapi pada orang tua, penyakit dapat meningkatkan resiko kematian.

4. Sakit kepala parah dan sakit pada bagian belakang mata

Beberapa jam setelah mengalami demam, gejala selanjutnya yang akan muncul adalah sakit kepala parah. Biasanya rasa sakit terjadi di sekitar dahi. Sakit kepala parah juga disertai dengan sakit pada bagian belakang mata. Ini merupakan gejala umum yang sering terjadi.

5. Kelelahan

Demam disertai nyeri otot dan masalah pencernaan yang terjadi pada pasien DBD dapat menurunkan nafsu makan. Tentu hal ini menyebabkan hal tubuh menjadi kelelahan karena kurangnya asupan makanan dan sistem imun tubuh yang melemah.

6. Mual dan muntah

Pada beberapa orang, masalah pencernaan juga bisa terjadi, seperti mual dan muntah. Selain itu, bagian perut atau punggung terasa tidak nyaman. Gejala ini bisa terjadi selama dua sampai empat hari.

Cara Menurunkan Demam Secara Alami

Demam sebenarnya bukan penyakit, melainkan reaksi sistem imun terhadap infeksi, penyakit, atau kondisi lain yang mendasarinya. Anda sebenarnya tidak perlu-perlu amat untuk minum obat penurun panas jika demamnya termasuk ringan.

Suhu tubuh akan menurun dengan sendirinya dengan cukup istirahat. Namun jika Anda ingin cepat kembali fit untuk bisa beraktifitas seperti sedia kala, ada banyak obat demam alami di sekitar Anda yang ampuh atau mujarat untuk menjinakkan kobaran panas dalam tubuh. Adapun obat alami nya adalah:

1. Kompres air hangat

Kompres air dingin telah digunakan sebagai obat demam alami oleh sejak zaman nenek moyang. Padahal, kompres dingin tidak dapat benar-benar menyembuhkan demam. Yang terjadi sebenarnya adalah tubuh menerjemahkan suhu dingin tersebut sebagai ancaman, yang membuat tubuh jadi makin meningkatkan suhunya dan memperparah demam.

Kompres hangat adalah metode yang lebih ampuh untuk menurunkan demam daripada kompres dingin. Pembuluh darah yang melebar akibat suhu hangat dapat memicu produksi keringat dan mempermudah pengeluaran panas dari tubuh, sehingga suhu tubuh akan menurun secara alami dari dalam.

Cukup rendam waslap bersih kedalam mangkuk yang berisi air hangat suam kuku (jangan air panas!), peras sisa air, dan usahakan tempelkan langsung ke daerah ketiak. Anda bisa kembali merendamnya di air dingin dan ulangi pengompresan jika diperlukan. Tapi jangan di tempelkan lebih dari 20 menit dan beri jeda selama 10 menit sebelum mengompres kembali. Supaya panas pada badan kita berkurang.

2. Perbanyak minum cairan

Menurut dokter William Schaffner dari Vanderbilt dari Vanderbilt School of Medicine, obat demam yang paling ampuh adalah konsumsi cairan. Perbanyaklah istirahat dan minum air putih hangat atau minuman olahraga.

Selain air putih, sah-sah saja untuk minum the tawar hangat apapun jenisnya (bisa dipermanis dengan madu atau tambahkan irisan jahe untuk menghangatkan badan) dan jus buah segar. Minum kuah kaldu sayuran atau sup ayam juga banyak membantu untuk menurunkan demam.

Minum 1 sampai 2 cangkir teh herbal (cairan hangat lainnya) setiap beberapa jam sesuai kebutuhan. Uap dari makanan panas dapat mengencerkan lendir yang menyumbat hidung serta juga memicu produksi keringat keduanya membantu menurunkan suhu tubuh.

3. Mandi air hangat

Suhu tubuh tinggi kadang membuat Anda merasa kegerahan dan tidak nyaman. Tapi jangan tergoda untuk mengguyur tubuh anda dengan air dingin. Mirip seperti kompres dingin, taktik yang satu ini akan dengan seketika menyempitkan pembuluh darah sehingga memperlambat aliran darah yang menuju ke lokasi peradangan.

Di sisi lain, perbedaan suhu ekstrim ini justru membuat suhu tubuh anjlok secara tiba-tiba, yang memicu badan menjadi menggigil. Madi air hangat membantu mengurangi demam secara bertahap dan aman.

4. Perbanyak makan buah

Buah-buahan seperti keluarga jeruk, jambu biji, kiwi, pepaya, strowbery, nanas, dan mangga kaya akan vitamin C, antioksidan yang mendukung sistem kekebalan tubuh dalam melawan infeksi sehingga mempercepat penyembuhan.

Pisang dapat membantu menggantikan asupan kalium dalam tubuh yang hilang saat berkeringat, juga saat muntah, dan diare, jika demam anda diikuti oleh gejala ini. Pilihlah buah segar bukan produk buah kalengan atau jus buah kemasan dengan tambahan gula. Asupan gula yang tinggi dapat menghambat sistem kekebalan tubuh pada tubuh Anda.

5. Kaus kaki basah

Menurut University of Maryland Medical Center, teknik kaus kaki basah ini ampuh membantu menurunkan demam. Sebelum tidur, rendam sepasang kaus kaki katun dalam air, peras sisa air nya, dan tempelkan di telapak kaki layaknya kompres dahi. Kemudian, pakai kaos kaki katun tebal atau kaus kaki wol (yang kering ya!) untuk melapisi kaus kaki basah.

Anda tidur, tubuh Anda akan mulai melepas dan mengedarkan cairan getah bening serta aliran darah yang lebih kencang ke ujung-ujung kaki untuk merangsang aktivitas sistem imun tubuh guna memerangi “ancaman” suhu dingin di area tersebut. Anda bisa ulangi taktik ini selama 5-6 hari berturut-turut akan mengurangi demam, jika diperlukan.

Cara Menurunkan Demam dengan Bahan Alami

Demam dapat membuat tubuh menjadi panas dan lemah. Penyebab demam sendiri sangatlah beragam, mulai dari factor cuaca hingga reaksi tubuh setelah imunasi. Demam sendiri bisa dialami oleh bayi, anak kecil, maupun orang dewasa.

Jika demam ini dialami oleh bayi dan anak-anak, orang tua mereka tentu akan melakukan segala cara untuk menurunkan panas buah hatinya. Sementara itu, orang-orang dewasa yang mengalami demam juga buru-buru mecari cara untuk menurunkan panasnya agar dapat kembali beraktivitas seperti biasa.

Selain parasetamol, panas tubuh dapat diturunkan dengan cara tradisional yang alami. Penasaran apa saja obat alami untuk menurunkan panas anak-anak maupun orang dewasa. Adapun obat alami yang bisa kita gunakan adalah sebagai berikut:

1. Kunyit

Selain digunakan untuk bumbu masakan, rempah asli Indonesia ini juga bermanfaat untuk menurunkan panas secara alami. Selain memiliki kandungan minyak atsiri, kunyit juga diperkaya dengan turmeron, antioksidan, antibakteri, dan anti-inflamasi.

Untuk menggunakan kunyit sebagai obat penurun panas dapat kita lakukan dengan cara sebagai berikut:

  • Anda harus memarut 10 gram kunyit terlebih dahulu.
  • Setelah itu, campurkan parutan kunyit dengan setengah gelas air panas.
  • Setelah dingin, saring air kunyit tersebut dan buang ampas kulitnya.
  • Masukkan air perasaan dari setengah buah jeruk nipis, dua sendok makan madu bunga kapuk dan aduk hingga merata.
  • Bagi air rebusan kunyit ini menjadi tiga gelas dan minumlah secara rutin sebanyak tiga kali sehari untuk menurunkan panas.

2. Jeruk Nipis, Madu, dan Telur Ayam Kampung

Ketiga bahan alami ini dapat diracik menjadi obat tradisional penurun panas.

Ada pun cara yang dapat kita lakukan adalah:

  • Siapkan setengah buah jeruk nipis, madu murni, dan 1 butir telur ayam kampung.
  • Ambil bagian kuning telurnya saja
  • Kemudian, peras air jeruk nipis kedalam gelas dan tuangkan setengah gelas air panas, lalu aduk.
  • Selanjutnya, masukkan kuning telur dan madu secukupnya.
  • Madu digunakan untuk menghilangkan rasa amis pada telur sehingga Anda bisa menyesuaikan takaran nya sesuai selera.
  • Aduk semua bahan didalam gelas dan minum sampai habis.

3. Sambiloto

Ini adalah daun hijau yang diklaim dapat membantu untuk menurunkan panas. Tak hanya untuk orang dewasa aja, anak-anak juga bisa mengkonsumsi sambiloto pada saat demam. Sambiloto mengandung andrografolid lactones, diterpene, glucosides, dan flavonid.

Kandungan bahan aktif alami inilah yang membuat daun sambiloto berfungsi sebagai obat penurun panas dewasa dan anak-anak yang alami dan tidak berbahaya. Kunyit dan madu juga dapat Anda gunakan sebagai campuran ramuan sambiloto ini.

Adapun cara yang dapat kita lakukan dalam membuat ramuan sambiloto ini adalah:

  • Rebus 10 gram daun sambiloto segar bersama dengan 25 gram kunyit kering didalam 200 cc air.
  • Rebus sampai air mendidih dan tinggal 100 cc saja.
  • Saring air rebusan daun sambiloto ke dalam gelas.
  • Untuk memberikan sedikit rasa manis, Anda dapat menambahkan madu secukupnya.

4. Air Kelapa Muda

Air kelapa muda kaya akan mineral dan kalsium. Selain segar diminum di saat terik matahari, air kelapa muda dipercaya sebagai sumber cairan yang baik untuk hidrasi tubuh dan juga untuk penawar berbagai macam racun.

Ketika seseorang mengalami demam, tubuhnya akan lebih banyak mengeluarkan keringat. Untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang, anak-anak maupun orang dewasa yang sedang demam disarankan untuk meminum air kelapa muda. Saat tubuh terhidrasi, maka lama kelamaan panas tubuh akan turun dengan sendirinya hingga menjadi normal.

5. Bawang Merah

Sudah menjadi rahasia umum bila bumbu dapur yang satu ini memiliki banyak khasiat untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Bawang merah dikenal sebagai obat alami penurun panas yang paling ampuh. Pasalnya, bawang merah mengandung minyak atsiri, kaemferol, metialiin, sikloailin, dan kuersetin yang dapat menurunkan panas.

Adapun cara yang dapat kita lakukan untuk menggunakan bawang merah sebagai obat penurun panas adalah:

  • Siapkan 5 buah bawang merah yang sudah dikupas dan dibersihkan.
  • Kemudian, parut bawang merah tersebut, tidak perlu sampai halus.
  • Selanjutnya, campurkan sedikit minyak kelapa kedalam parutan bawang merah.
  • Oleskan parutan bawang merah ini ke ubun-ubun kepala atau seluruh bagian tubuh yang mengalami panas.

6. Temulawak

Anda tentu tidak asing lagi mendengar nama umbi yang satu ini. Ya, temulawak memang sudah biasa diolah berbagai macam minuman. Sejak dulu, temulawak digunakan untuk mengobati diare, hepatitis, maag, dan pegal-pegal di tubuh.

Akan tetapi, tahukah Anda bahwa temulawak dapat menjadi penurun panas yang cukup efektif.

Adapun cara yang dapat kita lakukan untuk membuat temulawak ini menjadi obat demam adalah:

  • Siapkan 10 gram temulawak yang sudah dicuci hingga bersih.
  • Langkah selanjutnya adalah dengan memarut temulawak dan tambahkan ½ gelas air panas kedalam nya.
  • Sama seperti Anda menggunakan kunyit, Anda perlu menyaring air rebusan temulawak ini kedalam gelas.
  • Tambahkan madu untuk memberikan rasa manis pada air rebusan temulawak.
  • Minumlah rebusan temulawak dan madu sebanyak 3 kali sehari

7. Daun Kemangi

Selama ini Anda pasti hanya mengenal manfaat daun kemangi untuk lalap saja. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa daun kemangi bisa menjadi obat penurun panas yang bagus untuk anak-anak maupun untuk orang dewasa.

Adapun cara yang dapat kita lakukan untuk mengolah daun kemangi untuk jadi obat penurun panas adalah:

  • Anda hanya perlu merebus 20 lembar daun kemangi bersama dengan jahe yang sudah digeprek.
  • Setelah air tinggal separuh panik, matikan api dan tuangkan kedalam gelas.
  • Tambahkan madu murni secukupnya dan minum air rebusan daun kemangi tersebut sampai habis.

8. Lempuyang Emprit

Lempuyang emprit adalah sejenis obat herbal berbatang semu dengan daun yang berbentuk bonggol. Bunga yang berada dibatang di bawah tanah berbentuk bonggol. Ini adalah tumbuhan yang dapat diolah menjadi obat herbal penurun panas untuk anak-anak maupun orang dewasa. Kandungan senyawa atsiri di dalam lempuyang emprit merupakan zat alami yang dapat menurunkan suhu tubuh yang tinggi.

Adapun cara yang dapat kita lakukan untuk mengolah tumbuhan ini menjadi obat tradisioanal penurun panas adalah:

  • Anda dapat memanfaatkan 10 gram lempuyang empirit yang sudah di cuci, lalu parut hingga halus.
  • Setelah itu, masukkan parutan lempuyang empirit kedalam gelas berisi air panas setengahnya.
  • Tambahkan 2 sendok makan madu murni, dan minum jika sudah dingin.

9. Meniran

Sekilas meniran memang tampak seperti daun liar yang tumbuh di berbagai tempat. Namun, perlu Anda ketahui bahwa meniran adalah tanaman yang dapat dierstrak menjadi obat demam tradisional. Daun ini kandungan vitamamin C, triterpenoid, tannin, alkaloid, dan flavonid. Semua kandungan di dalam meniran ini sangat bermanfaat untuk menurunkan panas secara alami.

Adapun cara yang dapat kita lakukan untuk mengolah daun meniran ini menjadi ramuan penurun panas adalah:

  • Ambil satu genggam meniran yang masih segar.
  • Rebus di dalam panci berisi 2 gelas air.
  • Apabila air sudah berkurang hingga separuh, matikan api dan tuangkan air rebusan meniran ke dalam gelas.
  • Ramuan ini bisa diminum sebanyak 3 kali sehari agar suhu panas bisa turun lebih cepat.

10. Cuka Sari Apel

Apel ternyata bisa obat untuk menurunkan panas, pasalnya, cuka yang diekstrak dari buah tersebut ternyata bisa menurunkan panas tanpa perlu di minum. Anda bisa memanfaatkan cuka sari apel sebagai kompres penurun panas yang sangat unik.

Adapun cara yang dapat kita lakukan cukup mudah untuk melakukan cuka sari apel ini menjadi obat penurun panas adalah:

  • Cukup tuangkan 1 ½ cangkir cuka apel kedalam air panas untuk mandi.
  • Selanjutnya, berendam lah di dalam air campur cuka sari apel tersebut selama 10-20 menit.
  • Suhu tubuh yang tinggi akan berangsur-angsur menurun apabila Anda berendam dengan air cuka sari apel ini.
  • Jika tubuh kembali panas tidak ada salah nya jika Anda kembali berendam.

11. Kentang

Saat kamu terserang demam, kamu bisa mencoba cara unik ini yaitu meletakkan beberapa potong kentang mentah dalam kaus kaki dan kemudian memakainya. Cara ini dipercaya berkhasiat untuk menurunkan demam.

12. Daun basil

Rebus segelas air bersama dengan 10-15 daun kemangi. Setelah itu tambahkan 3 sendok makan bubuk jahe kedalam nya dan kemudian minum air rebusan ini. Sifat alami dalam daun kemangi bermanfaat menurunkan suhu tubuh yang panas.

13. Kismis

Ngemil kismis bisa menjadi cara asyik untuk menurunkan demam. Apalagi jika kamu demam karena sakit tenggorokan dan batuk. Kandungan phyto dalam kismis memiliki sifat antibiotic sehingga bisa melawan bakteri penyebab penyakit.

Dari penjelasan-penjelasan diatas kita dapat mengunakan nya untuk menurunkan panas atau mengobati panas. Jadi jika kita mengalami demam tidak perlu langsung minum obat dari dokter atau rumah sakit, karena obat alami untuk demam sendiri sangat banyak kita temukan dalam lingkungan kita.

Baca Juga: Cara Mengobati Batuk dengan Bahan Alami, Olahraga, Terapi dan Obat Serta Efek Samping

Cara Menurunkan Demam dengan Obat di Apotik

1. Paracetamol

Paracetamol adalah salah satu obat yang paling populer untuk menurunkan demam. Obat ini sangat dianjurkan dokter spesialis anak. Hal tersebut karena obat ini lumayan aman sebab efek samping yang tidak terlalu besar. Namun kamu juga perlu hati hati ketika menggunakan obat ini, apabila kamu menggunakannya secara berlebihan maka hati kamu bisa rusak.

2. Aspirin

Aspirin juga sering digunakan untuk menurunkan demam. Selain itu obat ini juga dapat meredakan nyeri. Gunakan lah obat ini sesudah makan karena dampak efek sampingnya yang cukup berbahaya diantaranya mual dan pendarahan lambung.

3. Naproxen

Naproxen merupakan obat yang lumayan sering juga digunakan ketika demam. Obat ini juga dapat menghilangkan rasa nyeri pada tubuh. Obat ini dapat kamu beli setelah kamu mendapatkan resep dokter. Hal tersebut karena tidak semua dapat mengkonsumsi obat ini, misalnya orang yang memiliki penyakit jantung.

4. Ibuprofen

Ibuprofen sering digunakan untuk menurunkan demam. Selain itu, obat ini juga sering digunakan untuk meredakan nyeri. Ibuprofen merupakan obat yang memiliki banyak efek samping diantaranya perut kembung, mual, dan pendarahan lambung. Gunakan lah obat ini ketika sudah di sarankan oleh dokter spesialis.

Tips Menurunkan Demam Pada Anak

Ketika anak mengalami demam, maka orang tua harus bisa meluangkan waktu kepada buah hatinya tersebut, Hal-hal yang harus diperhatikan orang tua terhadap anak yaitu:

  1. Jaga selalu anak saat demam agar tidak dehidrasi.
  2. Selalu memakaikan anak baju yang dapat menyerap keringat, jika sampai suhu tubuh terlalu panas maka tidak baik.
  3. Cobalah menggosok tubuh anak yang terkena demam dengan menggunakan air hangat.
  4. Bujuklah sang anak agar tidur supaya bisa beristirahat.
  5. Berilah obat alami untuk menurunkan demam.
  6. Selalu beri perhatian lebih dan penuh kasih sayang.

Baca Juga: Cara Mengatasi Masuk Angin dengan Bahan Alami, Teknik, Obat Serta Efek Sampingnya

Demam patut menjadi perhatian utama karena tubuh mereka psti sangat lemah untuk melalui kondisi tersebut. Maka anda harus tahu secara persis seperti apa pengobatan yang tepat untuk diberikan kepada mereka.  Ada beberapa cara untuk mengontrol demamnya dan membuat suhu tubuhnya turun tanpa mengandalkan obat-obatan.  Cobalah menggunakan beberapa jenis obat herbal untuk menurunkan panas atau pun demam, yang tidak menimbulkan efek samping.

Continue Reading

More in Kesehatan

To Top