Connect with us
Cara Mengobati Radang Tenggorokan

Kesehatan

50 Cara Mengobati Radang Tenggorokan dengan Bahan Alami, Medis dan Obat Serta Efek Samping

Cara Mengobati Radang Tenggorokan – Faringitis berasal dari bahasa Latin: Pharyngitis. Penyakit ini biasanya disebut dengan radang tenggorokan, karena faringitis menyebabkan peradangan yang menyerang bagian tenggorokan atau hulu kerongkongan (Pharyngitis). Cara mengobati radang tenggorokan atau Faringitis ini bisa melalui langkah tradisional ataupun melalui obat-obatan kimia.

Cara Mengobati Radang Tenggorokan

Faringitis atau peradangan pada dinding faring yang dapat disebabkan oleh virus, bakteri, alergi, trauma, dan lain sebagainya. Penyebab penyakit radang tenggorokan ini kebanyakan datang dari kuman dengan golongan Streptococcus Hemoliticus, Streptococcus Viridians, dan Streptococcus Piogenes.

Selain disebabkan oleh kuman tersebut, faringitis juga dapat disebabkan oleh inveksi virus seperti virus influenza dan adenovirus. Penularan penyakit ini dapat disebabkan oleh kontak dari sekret hidung dan ludah (droplet infection) penderita penyakit faringitis. Cara mengobati radang tenggorokan pun disesuaikan dengan penyebab penyakit tersebut.

Udara dingin, turunnya daya tahan tubuh karena terserang infeksi dari virus influenza, konsumsi makanan dengan gizi yang tidak mencukupi, tingkat konsumsi alkohol yang berlebihan, serta gejala predormal dari penyakit scarlet fever merupakan faktor risiko penyebab penyakit faringitis. Sehingga perlu agar mengeliminasi risiko penyakit ini juga merupakan salah satu cara mengobati radang tenggorokan.

Perbedaan Radang Tenggorokan (Faringitis), Difteri, dan Amandel

Baik radang tenggorokan, difteri, serta amandel sama-sama menyerang bagian kerongkongan, dan tak jarang sering kali menjadi sulit untuk dibedakan. Apalagi jika masih dalam gejala awal. Namun, dari segi penyebabnya maupun tingkat bahayanya sangat jauh berbeda. Diperlukan informasi dan pengetahuan yang benar agar dapat mencegah dan mengobatinya secara tepat dan sedini mungkin. Dengan mengetahui jenis penyakit tenggorokan dengan benar, maka cara mengobati radang tenggorokan akan jauh lebih efektif.

Perbedaan di antara ketiganya didasarkan pada penyebabnya, kemudian juga terletak pada ciri-ciri dari gejala. Tentu saja cara mengobati radang tenggorokan tidak akan sama dengan pengobatan pada difteri, dan amandel.

Sebelum mengetahui tips dan cara mengobati radang tenggorokan, ada baiknya untuk membaca perbedaan dari ketiga penyakit tersebut, baik dari segi penyebab ataupun cirinya, seperti berikut ini:

1. Difteri

Penyakit difteri ini disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae. Bakteri ini memiliki sifat penularan yang sangat cepat. Difteri dapat berpindah dari satu penderita ke orang yang sehat melalui droplet berupa ingus, dahak, atau lendir yang keluar pada saat penderita penyakit difteri mengalami batuk atau bersin. Jadi, orang yang terhirup droplet yang bertebaran di udara bisa tertular.

Selain itu bakteri difteri juga berpindah melalui benda-benda bekas pakai dari penderita penyakit difteri serta melalui sentuhan pada luka yang terkena infeksi oleh bakteri tersebut. Namun, hal ini jarang terjadi.

2. Radang Tenggorokan

Radang tenggorokan disebabkan oleh virus atau bakteri, tapi berasal dari jenis berbeda dengan virus atau bakteri penyebab difteri. Tak jarang, penyakit radang tenggorokan dapat pula muncul dikarenakan oleh:

  • Flu / influenza

Radang tenggorokan sering muncul sebagai gejala awal flu. Penyebabnya adalah virus influenza.

  • Infeksi bakteri

Dikarenakan oleh terjadi infeksi yang disebabkan oleh bakteri, umumnya berasal dari kelompok Streptococcus tipe A dan Staphylococcus.

  • Merokok, zat kimia, dan zat lain yang dapat menyebabkan iritasi

Merokok serta mengkonsumsi beberapa makanan atau minuman yang mengandung zat kimia bisa menjadi penyebab terjadi iritasi serta peradangan pada bagian tenggorokan. Contohnya adalah mengonsumsi minuman yang mengandung banyak pemanis buatan dan ditambah dengan adanya penggunaan bahan pengawet pada komposisinya.

  • Udara kering

Udara kering juga menjadi salah satu penyebab iritasi  tenggorokan. Lantaran disebabkan karena udara kering akan menyerap dan mengurangi tingkat kelembapan pada mulut dan tenggorokan. Jika tidak diimbangi dengan memperbanyak konsumsi cairan maka sakit tenggorokan bisa saja terjadi.

3. Radang Amandel (Tonsilitis)

Tonsilitis atau dikenal juga dengan radang amandel yang dapat disebabkan oleh virus dan juga bakteri. Tonsilitis biasanya menyerang pada bagian yang sangat spesifik dari tenggorokan yaitu amandel. Biasanya beberapa bakteri dan virus yang menyebabkan amandel yaitu Streptococcus, Advenorus, Influenza Virus, Parainfluenza Virus, Herpes Simpleks Virus, dan Epstein-Barr Virus.

4. Faringitis Akut

Faringitis (pharyngitisAkut, adalah suatu penyakit peradangan yang terjadi pada tenggorokan (faring) yang bersifat akut (mendadak dan cepat memberat). Biasanya disebut radang tenggorok. Radang ini dapat menyerang  lapisan mukosa (selaput lendir) dan submukosa faring. Disebut faringitis kronis adalah ketika penyakit radangnya sudah berlangsung dalam jangka waktu yang lama dan biasanya tidak disertai gejala yang berat.

Penyakit faringitis akut termasuk ke dalam radang tenggorokan yang cukup berat dan lebih sering dianggap remeh oleh sebagian orang. Penyakit ini dianggap sebagai iritasi ringan pada bagian tenggorokan yang akan dapat sembuh dengan sendirinya, padahal faringitis akut perlu pengobatan yang benar.

Penyebab

Penyakit peradangan pada tenggorokan yang akut ini biasanya disebabkan oleh beberapa hal, seperti tersebut di bawah ini:

  • Radang ini tidak hanya disebabkan oleh bakteri atau virus saja, namun juga dapat diakibatkan oleh pertumbuhan kuman di dalam tenggorokan.
  • Biasanya disebabkan oleh bakteri streptokokus grup A. Namun, ada beberapa bakteri lain yang dapat menyebabkan faringitis akut ini. Salah satu bakteri lainnya adalah  N. gonorrhoeae, C. diphtheria, H. influenza juga dapat menyebabkan faringitis.
  • Apabila faringitis akut disebabkan oleh infeksi virus biasanya diakibatkan oleh  Rhinovirus, Adenovirus, Parainfluenza virus dan Coxsackie virus.
  • Faringitis juga dapat timbul sebagai akibat dari iritasi udara kering, merokok, alergi, trauma tenggorok (misalnya akibat tindakan intubasi), penyakit refluks asam lambung, jamur, menelan racun, tumor.

Penularan penyakit faringitis akut ini dapat terjadi melalui udara (air borne disease) maupun sentuhan dengan penderita penyakit tersebut. Droplet  (partikel cairan yang keluar dariulut pada saat batuk, bersin, atau bahkan berbicara, dan bisa saja menjadi penyebab binfeksi bagi pihak lain yang terbawa melalui udara) yang masuk biasanya melalui saluran pernapasan atau rongga mulut dan kemudian masuk ke lapisan faring. Faring bereaksi terhadap proses infeksi  dari benda asing yang masuk ke dalam tenggorokan, lalu terjadilah peradangan.

Gejala

Terdapat beberapa gejala atau tanda ketika dalam kondisi sakit radang tenggorokan akut yang telah berlangsung cukup lama. Berikut beberapa gejala yang dapat ditemukan seiring munculnya faringitis:

  • Mengalami perasaan nyeri pada bagian tenggorokan atau garing yang kemudian berujung kepada rasa susah setiap menelan makanan.
  • Membesarnya tonsil atau amandel yang letaknya di panggil mulut bagian atas.
  • Munculnya mukosa yang melapisi atau menutupi faring yang tengah mengalami peradangan, bahkan tak jarang mengeluarkan pus atau biasa disebut dengan nanah
  • Dapat terjadi demam yang berkisar hingga 40 derajat celcius.
  • Gejalanya paling parah adalah terjadinya pembesaran kelenjar getah bening pada leher.

Selain gejala sebagaimana tersebut di atas, jika bakteri atau virus telah mencapai sistemik, maka kemudian juga akan muncul gejalanya lainnya seperti lesu, tubuh terasa lemah, kemudian munculnya rasa nyeri pada setiap sendi-sendi otot, tak jarang pula ada perasaan nyeri pada bagian telinga serta terjadi penurunan nafsu makan. Gejala yang cukup parah adalah adanya peningkatan jumlah sel darah putih di dalam tubuh sebagai akibat adanya infeksi.

Perbedaan Tanda-Tanda Faringitis yang Disebabkan Oleh Virus dan Bakteri

Faringitis yang disebabkan oleh virus biasanya memiliki tanda yang berbeda jika dibandingkan dengan Faringitis yang diakibatkan oleh bakteri. Berikut tabel penjelasan mengenai perbedaan tersebut:

a. Faringitis Virus

  • Pada umumnya tidak ditemukan nanah di dalam tenggorokan.
  • Terjadi demam dengan suhu yang tinggi.
  • Jumlah sel darah putih biasanya normal, atau jika terjadi peningkatan hanya sedikit saja.
  • Kelenjar getah bening normal atau terjadi sedikit pembesaran (pembengkakan).
  • Ketika melakukan tes APUS tenggorokan, biasanya hasilnya negatif.
  • Pada biakan di laboratorium tidak tumbuh bakteri

b. Faringitis Bakteri

  • Sering ditemukan nanah di tenggorokan.
  • Demam.
  • Terjadinya kenaikan jumlah sel darah putih mulai dari tingkatan ringan sampai sedang.
  • Pembengkakan terjadi mulai dari tahap ringan sampai sedang pada kelenjar getah bening.
  • Tes apus tenggorokan memberikan hasil positif untuk strep throat.
  • Bakteri tumbuh pada biakan di laboratorium.

Cara Penanganan Faringitis Akut

Untuk menangani faringitis akut biasanya dilakukan dengan beberapa langkah.

  • Langkah pertama adalah dengan memberikan obat anti nyeri atau analgesik, contohnya salah asetaminofen, atau pemberian obat hisap, kemudian dapat pula berkumur dengan menggunakan  garam yang dicampur dengan air hangat. Perlu untuk diketahui bahwa pemberian aspirin sangat terlarang untuk digunakan oleh anak-anak dan remaja yang berusia di bawah 18 tahun karena bisa menyebabkan sindroma Reye. 
  • Langkah yang kedua adalah, untuk meringankan iritasi yang berkelanjutan pada saluran tenggorokan biasanya dianjurkan untuk mengurangi atau bahkan menghindari makanan yang berminyak dan bersuhu panas. Selain itu, ketika terserang radang tenggorokan akut sangat perlu untuk beristirahat dengan sebaik mungkin. Pemberian obat demam bisa dilakukan dengan tetap mengonsumsi air putih lebih banyak dari biasanya.

Selain itu, penderita radang tenggorokan pun tidak boleh minum air bersuhu dingin seperti es, dan juga minuman bersoda. Bahkan, buah seperti semangka pun tidak baik dikonsumsi saat sedang sakit faringitis karena dapat memperparah peradangan. Hindarkan juga berada di lingkungan penuh asap rokok, debu, serta polutan lainnya karena dapat memperlambat proses penyembuhan penyakit. Terapi pengobatan juga dapat dilakukan dengan memberikan pelembab udara di dalam ruangan, sehingga udara tidak terlalu keringat atau terlalu banyak demi dan polutan.

Penanganan Faringitis Berdasarkan Sebabnya

Jika Faringitis akut disebabkan oleh virus makan diperlukan pemberian obat yang bersifat simtomatik atau obat yang hanya bersifat mengurangi gejalanya saja. Biasanya pemberian antibiotik pun dianggap tidak perlu karena virus dapat hilang dengan sendirinya asal daya tahan tubuh baik. Makan terapi makanan bergizi serta lengkap dengan vitamin sangat dianjurkan, dapat pula dibantu dengan obat-obatan imunomodulator.

Sementara jika faringitis akut disebabkan oleh bakteri maka pemberian antibiotik sangat penting dan harus dikonsumsi sampai habis sesuai dengan anjuran dari tenaga medis. Sangat penting untuk menghabiskan antibiotik yang diberikan agar tidak terjadi resistensi kuman terhadap obat tersebut.

Pada penyakit faringitis akut dapat pula menimbulkan komplikasi yang dialami oleh penderita, seperti terjadinya sumbatan pada jalan napas sehingga membuat penderitanya mengalami napas yang berat atau mengalami rasa sesak pada jalur pernapasan. Komplikasi berikutnya adalah adanya abses di tonsil atau pada bagian dinding belakang mukosa faring. Infeksi ini pun dapat pula berlanjut menjadi infeksi telinga, sinusitis, penyakit katup jantung yang diakibatkan oleh adanya infeksi, peradangan pada ginjal, dan lain sebagainya.

Pencegahan Faringitis

Ada beberapa upaya yang dapat  dilakukan agar dapat mencegah faringitis adalah:

  • Rajin mencuci tangan, terutama sebelum makan. Bahkan, ketika selesai bersin ataupun batuk melakukan aktivitas mencuci tangan juga perlu untuk dilakukan.
  • Jika air tidak ada maka dapat menggunakan pembersih tangan yang mengandung alkohol.
  • Hindari menggunakan alat perlengkapan makan dengan penderita penyakit radang tenggorokan karena sangat mudah terjadi penularan.
  • Hindarkan juga melakukan kontak dengan penderita faringitis.

Perbedaan Difteri, Radang Tenggorokan, dan Radang Amandel

Berikut beberapa ciri-ciri ketiga penyakit (Difteri, Radang Tenggorokan/Faringitis, dan Radang Amandel/ Tonsilitis:

1. Adanya kemunculan selaput yang berwarna putih hingga warna abu-abu pada bagian tenggorokan

Difteri: pada penderita penyakit Difteri ada kemunculan selaput yang memiliki warna putih hingga abu-abu di tenggorokan, dan tidak jarang pula bisa muncul pada bagian rongga hidung. Selaput tersebut bernama pseudomembran.

Radang Tenggorokan: pada penderita sakit tenggorokan kemunculan selaput pseudomembran tidak ditemukan atau tidak muncul. Biasanya yang muncul adalah warna kemerahan yang ditandai dengan kemunculan di sisi langit-langit mulut hingga ke bagian tenggorokan, dan tak jarang terlihat seperti luka.

Radang Amandel/Tonsilitis: warna kemerahan dan dapat menyerupai luka juga ditemukan pada penderita penyakit ini, tapi hanya pada amandelnya saja. Selaput tipis atau bercak yang berwarna putih dapat pula muncul di bagian amandelnya.

2. Napas yang berbunyi

Difteri: penderita penyakit Difteri juga mengalami nafas yang berbunyi dan disebut dengan stridor. Stridor merupakan suatu kondisi normal yang disebabkan oleh sumbatan di bagian tenggorokan atau kotak suara/ laring, yang terdengar ketika menarik napas.

  • Radang Tenggorokan/ Faringitis: tidak ditemukan napas yang berbunyi.
  • Radang Amandel/ Tonsilitis: tidak ditemukan.

3. Demam disertai dengan lemas dan sulit bernapas

Pada penderita penyakit Difteri, kesulitan dalam bernapas biasanya diakibatkan oleh penyumbatan atau karena racun yang dihasilkan oleh bakteri difteri yang telah mengganggu sel-sel saraf pada sistem pernapasan.

Ketiga penyakit ini sama-sama dapat menyebabkan munculnya demam,. Hanya saja pada penyakit Difteri, demamnya lebih khas yakni tidak terlalu tinggi namun disertai dengan kondisi tubuh yang dirasakan sangat lemah.

4. Tingkat Bahaya

Bahaya yang diakibatkan oleh penyakit Difteri dianggap lebih berbahaya jika dibandingkan dengan dua penyakit lainnya, yakni radang tenggorokan dan amandel. Bakteri difteri dapat menghasilkan racun yang bernama exotoxin. Exotoxin ini sangat berbahaya karena dapat merusak sel tubuh yang sangat vital, dan dapat pula terbawa ke dalam aliran darah dan kemudian turut menyerang organ vital yang lain.

Ketika exotoxin sudah masuk ke dalam jantung karena terbawa melalui aliran darah, makan otot jantung dapat mengalami kerusakan dan berujung pada gagal jantung atau kematian. Selain dapat merusak otot jantung, exotoxin dapat menyebabkan neuritis atau kerusakan pada sel saraf, dan berakibat pada adanya gangguan penglihatan, rusaknya sistem pernapasan, hingga gagal napas dan berakhir pada kematian.

Klasifikasi Penyakit Faringitis

1. Faringitis Akut

Seperti yang telah dijelaskan di atas, faringitis akut adalah suatu penyakit peradangan yang terjadi pada tenggorokan (faring) yang bersifat akut (mendadak dan cepat memberat). Biasanya disebut radang tenggorok. Radang ini dapat menyerang lapisan mukosa (selaput lendir) dan submukosa faring. Disebut faringitis kronis adalah ketika penyakit radangnya sudah berlangsung dalam jangka waktu yang lama dan biasanya tidak disertai gejala yang berat.

Terdiri atas 4 macam, yaitu :

1. Faringitis Viral

Faringitis Viral disebabkan oleh Rinovirue, Advenorus, Epstein Barry Virus (EBV), Virus Influenza, Coxsachievirus, Cytomegalovirus, dan lain sebagainya. Gejala penyakit ini biasanya ditandai dengan demam disertai dengan rinorea, mual, nyeri pada tenggorokan, dan sulit menelan makanan ataupun air liur.
Berikut beberapa gejala yang ditemukan pada Faringitis Viral:

  • Demam, suhu tubuh penderita Faringitis Viral cenderung demam dengan suhu sedang hingga tinggi.
  • Ketika mengalami Faringitis Viral, yang utama dirasakan adalah mengalami kesusahan saat menelan makanan dengan tekstur padat dan keras.
    Sakit pada bagian tenggorokan juga dirasakan saat mengalami sakit ini.
  • Terjadi pembengkakan pada leher yang menyebabkan kelenjar getah bening bengkak.
  • Nyeri pada sendi-sendi pertemuan tulang dan juga nyeri pada otot juga dirasakan saat terkena penyakit Faringitis Viral ini.

Treatment yang bisa dilakukan saat terkena Faringitis Viral adalah dengan berkumur dengan menggunakan garam yang telah dicampur dengan air hangat dengan takarannya yaitu, satu setengah sendok teh garam dilarutkan ke dalam gelas berisi air hangat 200 ml. Lakukan hal ini selama beberapa hari.

Peraqatan selanjutnya adalah dengan menggunakan obat anti-inflammatory atau obat seperti asetaminofen, yang dapat mengendalikan demam. Namun, mengonsumsi obat anti-inflamasi atau semprotan untuk melegakan tenggorokan secara berlebihan dapat memperparah kondisi tenggorokan yang telah mengalami peradangan.

Penggunaan obat antibiotik saat sakit Faringitis Viral sebaiknya dihindarkan. Karena penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus sehingga penggunaan antibiotik tidak akan membantu, dan jika dipaksakan kemungkinan akan muncul sifat resistensi terhadap antibiotik. Untuk beberapa kasus sakit Faringitis Viral misal pada mononukleosis menular, kelenjar getah bening di leher dapat menjadi membengkak, dan anti-inflammatory seperti prednisone dianjurkan untuk mempermudah pernapasan dan menelan.

2. Faringitis Bakterial

Faringitis Bakterial disebabkan oleh infeksi Streptococcus Hemoliticus, dan biasanya menyerang anak-anak dan orang dewasa. Gejala penyakit ini ditandai dengan keluhan sakit kepala yang hebat, muntah, terkadang mengalami demam tinggi dan jarang disertai dengan batuk.

Pada saat melakukan pemeriksaan maka akan tampak bahwa kondisi tonsil membesar, faring dan tonsil hiperemis dan terdapat eksudat di permukaannya. Dalam beberapa hari kemudian akan timbul bercak-bercak petechiae pada palatum dan faring. Kemudian pada bagian kelenjar limfa leher anterior membesar, terasa sedikit kenyal dan adanya nyeri pada penekanan.

Faringitis yang diakibatkan oleh adanya infeksi bakteri streptococcus group A dapat diperkirakan dengan menggunakan Centor Criteria, yaitu :

  • Demam
  • Anterior cervical limfadenopati
  • Tonsillar exudates
  • Absence of couh

Untuk pengobatan pada penderita Faringitis yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus group A, maka perlu diberikan antibiotik jenis Peniciline G Benzatin 50.000 U/kg BB/IM, dengan dosis tunggal dan adanya prasyarat bahwa penderita tidak memiliki alergi terhadap kandungan penisilin. Selain memberikan penisilin, dapat pula diberikan Amoksilin dengan catatan jika sudah menggunakan penisilin maka tidak boleh mengonsumsi Amoksilin dan begitu pula sebaliknya.

Dosis Amoksilin adalah 50 mg/kg BB, dengan aturan 3 x 1 dan diminum selama 10 hari. Untuk penderita Faringitis bakteria yang dewasa diberikan Amoksilin 3 x 500mg selama 6-10 hari. Dapat pula mengonsumsi Eritromisin dengan aturan pakainya 4 x 500 mg/hari jika tidak menemukan penisilin dan Amoksilin.

Selain terapi oral dengan menggunakan obat-obatan kimia, dapat pula dengan berkumur air hangat yang telah dilarutkan dengan atau dapat pula menggunakan obat kumur yang dijualnya bebas di pasaran. Pada penderita juga perlu untuk mendapatkan istirahat yang cukup, dan konsumsi air putih lebih banyak dari biasanya.

3. Faringitis Fungal

Penyebab penyakit ini karena jamur candida yang memiliki kemungkinan tumbuh di bagian mukosa rongga mulut dan faring. Gejalanya ditandai dengan adanya keluhan nyeri di tenggorokan dan mengalami susah ketika menelan. Secara kasat mata juga dapat dilihat adanya plak putih pada bagian orofaring dan mukosa farong lainnya hiperemis.

Untuk pengobatan dapat diberikan Nystatin 100.000-400.000 IU, dengan aturan pakai 2x per harinya. Selai. Itu juga diberikan analgesik sesuai dengan anjuran atau resep dokter.

4. Faringitis Gonorea

Penyakit ini hanya dapat terjadi jika terjadi kontak orogenital. Pengertiannya infeksi pada tenggorokan yang disebabkan oleh bakteri Neisseria Gonorrhea. Biasanya penyakit ini ditularkan dari hubungan seksual melalui mulut (oral seks atau melakukan ciuman) dengan seseorang yang terinfeksi gonore.

Pada pria, gejala awal munculnya penyakit  gonore biasanya dapat dilihat dengajelas dalam waktu 2-7 hari setelah mulai terinfeksi. Hal ini diawali dengan munculnya rasa tidak nyaman pada bagian uretra, dan kemudian dalam jangka waktu beberapa jam akan muncul rasa nyeri  ketika hendak buang air kecil  dan dapat pula mengeluarkan nanah di bagian penis.

Untuk wanita gejala awal penyakit Faringitis Honorer ini dapat dilihat dalam jangka waktu 7 hingga 21 hari sejak masa terkena infeksi setelah melakukan sex oral atau berciuman dengan penderitanya. Untuk pengobatan yang paling umum bagi penderita Faringitis Gonorea adalah dengan melalui pemberian suntikan anti-biotik Ceftriaxone. Sementara untuk pemberian terapi secara oral melalui obatan yang diminum, biasanya tidak terlalu efektif untuk membasmi penyakit ini, melainkan hanya untuk mengurangi efek nyeri saja.

2. Faringitis Kronik

Penyakit faringitis kronis merupakan hal yang sangat jarak terjadi serta ditemukan. Namun, bukan berarti tidak pernah terjadi. Umumnya hal ini dapat disebabkan karena terjadinya infeksi kronis yang pada sinus, adenoid, atau juga amandel. Gejala yang dapat dilihat dari Faringitis Kronik ini adalah adanya iritasi pada tenggorokan dengan disertai rasa sesak pada bagian tersebut, kemudian munculnya lendir yang berkumpul di bagian tenggorokan dan pengeluaran melalui Bantul, selain itu juga merasa sulit untuk menelan.

Berikut beberapa penyebab dari masalah Faringitis kronis ini adalah :

  • Rhinitis atau adanya masalah sinusitis
  • Kelainan yang dapat terjadi pada nasofaring atau kelainan hidung
  • Kelainan gigi sebagi contohnya adalah caries dan tonsillitis kronis.
  • Kelainan paru-paru yakni bronkitis kronis, dan bronkitaksis.
  • Makanan yang pedas, alkohol atau mengalami tersedak makanan.
  • Nefritis, uremia dan mengalami penurunan daya tahan tubuh secara signifikan.
  • Udara yang berdebu dan yang merangsang terjadinya masalah ini seperti asap rokok daerah industri.

Ada dua tipe penyakit pada Faringitis Kronik, yakni:

1. Faringitis Kronik Hiperplastik

Biasanya diawali dengan tenggorokan yang terasa kering, kemudian diikuti dengan batuk berdahak. Patologi pada faringitis kronis hiperplastik ditandai dengan terjadinya perubahan pada mukosa dinding posterior faring dan hiperplasia kelenjar limfa di bagian bawah mukosa faring & lateral band. Selain itu, juga ditandai oleh adanya jaringan granular sehingga mukosa dinding posterior faring menjadi tidak rata.

Terapi yang dapat dilakukan untuk penderita faringitis kronis hiperplastik adalah dengan mengobatinya secara kaustik faring, yakni dengan menggunakan larutan nitras argenti atau listrik (electro cauter).

Setelah melakukan cara kauskatik tarik, selanjutnya adalah diperlukan pengobatan simptomatik yakni memakai obat kumur, tablet hisap dan obat batuk (antitusif dan ekspektoran).

2. Faringitis Kronik Atrofi

Ditandai dengan tenggorokan yang terasa kering, lebih tebal, dan muncul bau tidak sedap yang datangnya dari mulut. Pada Faringitis kronis atrofi sering timbul secara bersamaan dengan rinitis atrofi. Selain itu juga disebabkan oleh udara pada sistem pernapasan yang tidak teratur baik suhu maupun kelembabannya akan dapat menyebabkan rangsangan dan infeksi faring.

Gejala & tanda faringitis kronis atrofi biasanya ditandai dengan berupa tenggorokan terasa kering dan tebal disertai dengan munculnya bau tidak sedap pada bagian mulut dikarenakan oleh mukosa faring yang tertutupi oleh lendir kental. Kemudian akan tampak mukosa faring yang kering setelah melakukan pengangkatan lendir tersebut.

Pengobatan dapat dilakukan dengan menggunakan obat kumur khusus yang didapat berdasarkan resep dokter.

3. Faringitis Spesifik

Sesuai namanya, faringitis spesifik menyerang organ tubuh secara khusus. Penyakit ini dibagi ke dalam dua kategori, yakni:

1. Faringitis Tuberkolosis

Merupakan sebuah proses sekunder dari penyakit tuberkolosis paru. Pada penyakit faringitis tuberkolosis yang disebabkan oleh kuman tahan asam dari jenis bovinum dan kemudian dapat meningkatkan tuberkolosis daring primer. Cara infeksi eksogennya dengan adanya kontak dengan sputum yang mengandung kuman dan inhalasi kuman melewati udara.

Sementara pada infeksi endogen penyebarannya melalui darah pada tuberkolosis miliaris. Jika infeksi timbul secara hematogen maka bagian tonsil dapat terkena di bagian kedua sisi dan lesi serta sering ditemukan pada bagian dinding posterior daring, arkus faring anterior, dinding lateral hipofaring, palatum mole dan palatum durung.

Gejala dan tanda penyakit faringitis Tuberkolosis biasanya ditandai dengan nyeri parah di tengah, nyeri di bagian telinga atau otalgiq dan terjadinya pembesaran atau pembengkakan kelenjar limfa servikal.
Pengobatan yang diberikan untuk faringitis tipe ini seperti pada terapi untuk penyakit TB Paru.

2. Faringitis Luetika

Faringitis ketika disebabkan oleh Treponema Palidum, dan memiliki gejala klinis tergantung pada stadium penyakit yang diderita.

Berikut pembagian stadium penyakit faringitis ketika:

1) Stadium Primer

Kelainan pada stadium ini dapat dilihat pada beberapa bagian seperti lidah, palatum mole, tonsil, dan dinding faring posterior. Kelainan ini ditandai dengan adanya bercak keputihan di tempat tersebut.

2) Stadium Sekunder

Stadium ini sebenarnya jarang ditemukan. Namun, gejala klinis pada stadium ini terdapat pada dinding faring yang menjalar ke arah laring.

3) Stadium Tersier

Pada stadium ini ditandai dengan adanya guma pada tonsil dan pallatum yang merupakan tempat predileksi untuk tumbuh dan kembanv guma. Biasanya guna jarang sekali ditemukan di dinding faring posterior.

Untuk pengobatan pada faringitis leutika digunakan terapi penisilin dengan dosis tinggi, sehingga perlu penanganan oleh tenaga medis yang berkompeten.

Cara Mengobati Radang Tenggorokan Secara Alami

Menderita penyakit radang tenggorokan tidak hanya menyerang orang dewasa saja. Namun, anak-anak pun tidak luput dapat terserang penyakit ini. Di masa lalu cara mengobati radang tenggorokan yang dilakukan oleh nenek moyang kita adalah dengan menggunakan resep obat-obatan herbal.

Awal mulanya sakit radang tenggorokan diawali dengan gejala sakit flu dan biasanya dapat disembuhkan dengan bahan alami hanya dalam tempo yang relatif singkat. Namun untuk sakit yang cukup parah, cara mengobati radang tenggorokan kronis tidak cukup hanya dengan menggunakan bahan alami saja, namun harus menggunakan terapi obat kimia. Berikut beberapa cara mengobati radang tenggorokan secara alami:

1. Berkumur dengan menggunakan air garam

Cara mengobati radang tenggorokan secara alami adalah dengan menggunakan air yang telah dicampur dengan garam dan kemudian berkumur memakai air tersebut.

Sementara untuk mengobati radang tenggorokan pada anak-anak dengan usia di atas 5 tahun, juga dapat berkumur dengan air garam sebagai berikut:

  • Cukup larutkan ¼ sendok makan garam ke dalam air hangat sebanyak 250 ml. Berkumur dapat dilakukan 3 kali sehari selama 1-2 minggu.

2. Mengonsumsi air teh lemon dan madu

Cara mengobati radang tenggorokan berikutnya adalah dengan menggunakan teh yang telah dicampur dengan lemon dan madu. Adapun cara pembuatannya sebagai berikut:

Bahan:

  • Air panas kurang lebih 200 ml.
  • Teh celup atau teh serbuk (gunakan saringan agar air dan serbuk teh terpisah).
  • Madu asli 1-2 sdm (gunakan madu asli yang tidak terlalu manis, atau pilih madu yang didapat dari pohon kapuk karena cenderung agak sedikit masam).
  • Gula pasir kurang lebih ½ sdt (jika memilih memakai madu dengan rasa yang manis, penggunaan gula dapat di-stop).
  • Buah lemon setengah bagian.

Caranya:

  • Rebus semua bahan terkecuali madu. Setelah mendidih, masukan ke dalam gelas, tunggu sampai temperatur menjadi lebih dingin atau hangat-hangat kuku.
  • Jika sudah, masukkan madu kemudian aduk rata dan siap diminum. Konsumsi rutin selama 1-2 Minggu di pagi hari. Jika memiliki sakit maag, usahakan mengonsumsi teh madu lemon ini setelah sarapan untuk mencegah naiknya asam lambung.

3. Konsumsi susu dan kunyit

Mengonsumsi susu yang telah dicampur dengan kunyit juga menjadi salah satu cara mengobati radang tenggorokan dengan menggunakan bahan herbal yang tersedia di sekitar kita.

Cara pembuatannya cukup gampang, hanya dengan menambahkan bubuk kunyit yang dapat dibeli di pasar-pasar tradisional, atau tempat yang menyediakan obat-obatan herbal, pada susu cair. Kemudian konsumsi selama dua Minggu di malam hari.

Kunyit memiliki fungsi untuk melawan infeksi dan penyakit yang diakibatkan oleh lemahnya kekebalan tubuh, karena di dalam kunyit ada kandungan anti-bakteri dan anti-inflamasi.

4. Minum air mineral

Cara mengobati radang tenggorokan lainnya adalah dengan mengkonsumsi air mineral secara teratur dan sesuai dengan kebutuhan tubuh. Tubuh yang terhidrasi dengan baik, dapat membantu tubuh untuk melawan infeksi. Itu sebabnya, pastikan tubuh untuk selalu tercukupi kebutuhan cairannya.

Konsumsi minimal 2 liter per harinya. Namun, dapat ditambahkan jumlahnya jika memang diperlukan. Manfaat tercukupinya cairan juga baik untuk menjaga supaya selaput lendir selalu dalam kondisi lembab, sehingga iritasi pada tenggorokan dan batuk tidak menjadi lebih parah.

5. Konsumsi bawang putih

Salah satu cara mengobati radang tenggorokan dengan bahan tradisional adalah dengan mengonsumsi bawang putih mentah, atau bawang putih yang telah melalui proses peng-oven-an.

Tidak hanya untuk mengobati sakit radang pada tenggorokan saja, namun baik untuk dikonsumsi sehari-harinya yakni cukup dengan mengunyah satu butir bawang putih.

6. Rutin mengonsumsi kaldu ayam kampung dengan bawang putih

Dengan rutin konsumsi kaldu yang dibuat dari ayam kampung yang telah dicampur dengan bawang putih merupakan salah satu cara mengobati radang tenggorokan bagi anak-anak.

Manfaat kaldu dan bawang putih baik bagi anak karena dapat membantu meredakan infeksi dan membersihkan saluran pernapasan. Hal ini dikarenakan pada kaldu tersebut mengandung zat besi yang didapatkan dari ayam kampung dan anti-bakteri serta anti-inflamasi yang ada pada bawang putih.

7. Pisang

Pisang sangat kaya dengan vitamin, vitamin B, kalsium, dan kalium yang bagus untuk peningkatan kekebalan tubuh sehingga mampu melawan virus dan bakteri yang dapat menyebabkan radang dan batuk.

Konsumsi 1-2 biji setiap harinya adalah salah satu cara mengobati radang tenggorokan dengan bahan yang mudah ditemui sehari-hari.

8. Jus kiwi

Cara mengobati radang tenggorokan pada anak-anak dan ibu hamil adalah dengan menggunakan jus kiwi. Prosesnya mudah, dan buahnya pun dapat ditemukan di mana saja. Cukup kupas 2-3 buah kiwi setelah dikupas, kemudian masukkan ke blender dan beri sedikit air. Kira-kira ¾  gelas. Agar lebih enak dapat ditambah gula pasir seujung sendok makan saja. Konsumsi jus kiwi setiap pagi setiap bangun tidur.

9. Air jahe

Minum air jahe baik untuk membunuh bakteri penyebab radang tenggorokan. Bahkan, air jahe juga dapat dikonsumsi oleh anak-anak. Cara pembuatannya pun cukup mudah.

Ambil 1 rimpang jahe, kupas dan iris tipis-tipis. Setelah itu rebus bersama air kurang lebih 400ml. Tambahkan gula merah secukupnya, dan nikmati saat air jahe sudah hangat.  Cara mengobati radang tenggorokan secara alami ini bahkan dapat dikonsumsi walaupun tidak dalam keadaan sakit, karena jahe membantu menghangatkan tubuh.

10. Yogurt

Untuk ibu yang tengah hamil atau tengah dalam masa menyusui, rutin konsumsi yogurt adalah salah satu cara mengobati radang tenggorokan yang aman. Yogust sangat baik dikonsumsi karena membantu tubuh untuk melawan bakteri penyebab peradangan.

11. Teh chamomile

Menghirup teh chanomile sangat baik untuk mengobati radang tenggorokan bagi anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui karena sangat aman untuk dikonsumsi. Chamomile sendiri mempunyai sifat anti-inflamasi dan juga berfungsi untuk menyejukkan tenggorokan. Bahkan, bagi ibu hamil aroma teh ini sangat mampu menenangkan mood yang terkadang naik turun dikarenakan perubahan hormon. Ditambah lagi antioksidan yang ada dalam kandungan teh ini baik untuk meningkatkan kekebalan tubuh.

12. Licorice atau akar manis

Salah satu cara mengobati radang tenggorokan secara alami adalah dengan memakai Licorice atau akar manis yang memiliki fungsi untuk mengurangi peradangan kemudian mengencerkan lendir sehingga saluran pernapasan dapat menjadi lebih terasa lapang.

Penggunaan licorice pun cukup mudah, hanya dengan mencampurkannya ke dalam teh hangat dan segera meminumnya. Tapi, yang perlu diingat adalah licorice tidak dapat dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui karena dapat berdampak pada bayi.

13. Akar marshmellow

Penggunaan marshmellow sebagai cara mengobati radang tenggorokan sudah dilakukan sejak lama oleh penduduk asli Mediterania. Marshmellow sangat baik untuk membunuh bakteri atau virus yang menyebabkan infeksi tenggorokan. Cara mengobati radang tenggorokan secara alami dengan menggunakan akar marshmellow ini dilakukan dengan cara berikut ini:

Tambahkan 1-2 bagian dari akar marshmellow ke dalam satu gelas air panas. Pilih akar yang pendek saja. Tunggu hingga dingin lalu minum sedikit kemudian tahan cairan tersebut di tenggorokan. Bisa juga menambahkan sedikit madu agar rasanya menjadi lebih segar dan tentu saja manfaatnya menjadi bertambah karena khasiat madu yang luar biasa bagi kesehatan tubuh

14. Daun mint

Penggunaan daun herbal satu ini juga efektif sebagai cara mengobati radang tenggorokan karena memberi efek untuk melegakan pernapasan, bahkan juga dapat digunakan untuk meringankan sakit asma Sera mengurangi iritasi pada bagian tenggorokan yang disebabkan oleh virus dan bakteri. Pembuatannya pun cukup mudah.

Campur beberapa helai daun mini ke dalam satu cangkir air panas. Tunggu suhu air menjadi lebih hangat kemudian minum dan tahan di tenggorokan. Untuk mendapatkan rasa segar, dapat dicampur pula dengan teh dan perasan jeruk lemon.

15. Jus buah belimbing

Kadar  vitamin C yang tinggi. Obat ini bermanfaat untuk mengatasi penyakit sariawan dan tentunya bisa digunakan untuk mengobati sakit tenggorokan, sebab di dalam buah belimbing memiliki sifat anti inflamasi sehingga bisa digunakan untuk mengatasi radang tenggorokan.

Cara mengobati sakit tenggorokan menggunakan buah belimbing ini pun sangat mudah sekali, misal dengan membuatnya menjadi jus dengan menambahkan sedikit gula pasir atau gula merah, boleh juga jika ditambahkan dengan madu. Namun, dapat pula dikonsumsi secara langsung.

16. Kunyit

Cara mengobati radang tenggorokan secara alami adalah dengan menggunakan kunyit yanv merupakan tanaman obat keluarga atau TOGA yang banyak ditanam  di pekarangan rumah. Kunyit ini memiliki antibakteri sehingga kuman dan bakteri dapat dihalau dengan efektif.

Cara mengobati radang tenggorokan menggunakan kunyit ini sangat mudah sekali, yaitu seperti berikut ini :

  •  Siapkan satu buah kunyit berukuran sedang, cuci bersih kunyit tersebut kemudian kupas.
  •  Parut kemudian peras hingga keluar sari patinya.
  •  Campur perasan kunyit tersebut ke dalam segelas air yang hangat kira-kira 400ml.
  •  Minumlah air hangat dicampurkan dengan kunyit itu di pagi dan malam hari ketika hendak tidur.
  • Echinecea Flower

Salah satu tanaman herbal ini sudah terbukti ampuh untuk mengobati radang tenggorokan. Pemanfaatan bunga ini sebagai cara mengobati radang tenggorokan pun tergolong mudah. Cukup masukkan beberapa kuntum bunga ke dalam air hangat, kemudian berkumur menggunakan air tersebut. Atau jika ingin lebih praktis, dapat membeli obat pelega tenggorokan yang ada kandungan bunga echinacea di dalamnya.

17. Cuka sari apel, teh, dan madu

Cuka yang dibuat dari sari apel sangat baik untuk mengatasi gangguan radang tenggorokan dengan cukup cepat. Hal ini dikarenakan cuka sari apel mengandung zat asam yang sangat tinggi yang mampu untuk membunuh bakteri atau virus penyebab penyakit radang tenggorokan dan kandungan asamnya juga baik untuk daya tahan tubuh.

Cara mengobati radang tenggorokan menggunakan cuka sari apel adalah dengan mencampurkan sekitar 1 sdm cuka apel yang bisa dibeli di supermarket atau toko herbal dengan segelas air hangat . Campurkan pula teh dan secukupnya madu. Aduk hingga semua larut dan minum ketika masih hangat. Untuk penderita sakit maag gunakan campuran teh, cuka apel, dan madu untuk berkumur-kumur saja.

18. Baking soda

Menggunakan baking soda sebagai cara mengobati radang tenggorokan sejauh ini cukup aman dan tidak menyebabkan efek samping. Penggunaan baking soda dapat membantu membunuh bakteri atau virus. Selain itu juga dapat membantu mengatasi perasaan tidak nyaman dan iritasi pada tenggorokan. Cukup larutkan baking soda dengan satu cangkir air hangat, aduk hingga larut, kemudian gunakan untuk berkumur.

19. Minyak cengkeh

Kandungan senyawa alami pada cengkeh memiliki efek menenangkan seperti Eugenol yang juga berfungsi untuk membunuh bakteri penyebab penyakit radang tenggorokan. Jika tidak mempunyai minyak cengkeh, dapat pula dengan cara mengeringkan cengkeh selama dua hingga tiga hari di bawah sinar matahari hingga kandungan air dan kelembaban berkurang. Jika sudah kering, ambil satu hingga 2 butir cengkeh kemudian kunyah perlahan. Biar selama beberapa menit di dalam mulut sembari bernapas seperti biasa, kemudian keluarkan.

20. Jus buah delima

Buah delima memiliki kandungan Vitamin C yang tinggi dan mampu menyembuhkan infeksi serta peradangan pada tenggorokan. Kandungan astringent juga terdapat pada buah ini yang berfungsi untuk menjaga jaringan tubuh. Cara mengobati radang tenggorokan secara alami dengan menggunakan jus buah delima ini sangat murah meriah dan efek kesembuhannya cukup cepat.

21. Daun kemangi

Cara mengobati radang tenggorokan secara alami juga bisa dengan menggunakan daun kemangi. Adapun caranya adalah sebagai berikut:

  •  Ambil daun kemangi kira-kira satu genggaman. Pilih yang masih segar, kemudian cuci di air mengalir hingga bersih.
  •  Rebuslah daun kemangi itu menggunakan dua gelas air, rebus hingga tersisa satu gelas saja.
  •  Gunakan air tersebut untuk berkumur-kumur.

22. Larutan hidrogen peroksida

Tidak perlu khawatir menggunakan larutan ini karena tidak menyebabkan efek samping apapun. Larutan ini mampu meningkatkan kemampuan jaringan serta sel tubuh sehingga infeksi yang terjadi dapat segera disembuhkan. Larutkan hidrogen peroksida ke dalam satu gelas air mineral, kemudian berkumur sampai merata.

Baca Juga: Cara Mengatasi Hidung Tersumbat dengan Bahan Alami, Terapi dan Obat Serta Efek Samping

Cara Mengobati Radang Tenggorokan Secara Medis dan Obat

Ada kalanya ketika menggunakan pengobatan secara alami, penyakit radang tenggorokan tidak juga kunjung sembuh sehingga perlu diberikan obat-obatan kimia agar penyakit tersebut tidak berlarut-larut. Berikut beberapa cara mengobati radang tenggorokan dengan menggunakan obat yang dijual bebas di apotik:

1. Degirol

Obat radang tenggorokan orang dewsa ini berbentuk tablet hisap hampir mirip permen dengan rasa buah lemon. Obat ini mengandung dekualinium chlorine yang merupakan senyawa aktif anti-jamur dan anti-bakteri yang baik untuk membunuh segala jenis bakteri baik bakteri gram-positif ataupun bakteri gram-negatif. Bahkan, dapat pula digunakan untuk bakteri yang telah resistensi terhadap antibiotik.

Degirol ini, selain mampu untuk mengobati faringitis (radang tenggorokan), juga memiliki kemampuan untuk me batasi infeksi pada tenggorokan dan rongga mulut. Aturan mengonsumsi degirol adalah dalam sehari tidak boleh mengonsumsi lebih dari 8 tablet. Serta diminum 3-4 jam sekali.

Meski termasuk obat yang dijual secara bebas dan dapat diperoleh tanpa adanya resep dokter, dalam pemakaiannya degirol tidak dianjurkan dikonsumsi dalam jangka waktu panjang dan berulang-ulang.

2. FG troches

Salah satu obat obat radang tenggorokan di apotik yang memiliki harga murah yaitu FG Troches. Meski ditemukan dengan mudah di apotik, tapi obat ini hanya dapat dibeli dengan menggunakan resep dokter karena termasuk dalam kategori antibiotik. Dengan tampilan tablet dan dihisap, fradimoycin dan gramicidin yang ada di dalamnya bekerja baik untuk mengatasi bakteri dengan spektrum yang lebih luas.

FG troches juga dapat digunakan untuk mengobati sariawan, brochitis, tonsilitis, radang selaput lendir, periodontitis gigi geraham bungsu, dan gingivitis.

3. Lemocin

Cara mengobati radang tenggorokan berikutnya adalah dengan menggunakan obatan Lemocin yang juga memerlukan resep dokter pada saat membelinya. Berbentuk tablet hisap, obat ini mengandung tyrothrivin, cetridiu. Bromide, dan lidocaine untuk meredakan radang tenggorokan.

Tyrothricin adalah antibiotik topical yang memiliki aktivitas bakteriostatik terhadap mikroorganisme gram positif. Aktivitas antibakteri Tyrothricin tersebut didukung  oleh anti-septik dari Cetrimonium bromide yang merupakan senyawa amonium kuartener yang bersifat bakteriostatik dengan surfaktan yang lemah.

Lidocaine bekerja melalui cara mengubah permeabilitas membran sel terhadap ion natrium yang kemudian menimbulkan efek anestesi dengan menghambat konduksi impuls saraf. Maka, rasa sakit dan nyeri pada tenggorokan saat menelan yang disebabkan oleh inflamasi dapat berkurang.

Obat Lidocaine  ini hanya ditujukan untuk penggunaan dalam jangka waktu pendek, yakni sekitar 5 hingga 7 hari. Selain itu obat ini tidak aman untuk dikonsumsi ibu hamil dan menyusui karena kandungan obat ini dapat disekresikan melalui air susu.

4. Efizol Lozenges

Salah satu nama obat radang tenggorokan generik yaitu Efizol Lozenges. Efizol Lozenges mengandung dequalinium chloride yang bekerja sebagai antiseptik pembasmi bakteri dan jamur pada rongga mulut dan tenggorokan. Obat ini sangat efektif untuk mengatasi radang tenggorokan serta infeksi lainnya pada kerongkongan dan rongga mulut. Obat ini juga mengandung Vitamin C untuk kebaikan sistem daya tahan tubuh dan mempercepat proses penyembuhan.

5. Azithromycin

Cara mengobati radang tenggorokan akut biasanya menggunakan obat ini. Obat azithromycin ini efektif untuk mengatasi infeksi akibat bakteri. Obat ini bekerja dengan mengikat sub-unit 50S ribosom bakteri agar menghambat pertumbuhan bakteri. Maka, sintesis protein bakteri akan terganggu sehingga mampu mencegah pertumbuhan bakteri di dalam tenggorokan. Ada berbagai pilihan bentuk obat ini, mulai dari tablet, sirup, kapsul, dan cairan injeksi.

6. Colling 5

Obat radang tenggorokan ini dikemas dalam bentuk semprotan Salah satunya dikemas dalam bentuk semprotan. Memiliki kandungan fenol sebesar 1,4%, obat ini memiliki fungsi sebagai antiseptik sekaligus anestetik. Antiseptiknya berperan untuk melenyapkan mikroorganisme yang terdapat pada tenggorokan seperti virus atau bakteri.

Sementara anestetiknya berfungsi untuk meredakan sakit dan nyeri di area mulut dan tenggorokan. Cara mengobati radang tenggorokan dengan obat ini adalah dengan  melakukan  penyemprotan sebanyak 2 hingga 3 kali pada mulut ataupun tenggorokan setiap 3 jam sekali, kemudian uap fenol ditahan 15 detik sebelum bernafas seperti biasa.

Adanya sensasi  kesemutan pada pipi, lidah, atau mulut merupakan efek samping dari pemakaian obat ini. Tak jarang pada beberapa individu dapat mengalami biduran, sulit bernapas, bengkak pada wajah. Bahkan bisa saja muncul demam, mual, muntah, dan napas menjadi pendek-pendek. Satu botolnya dapat digunakan hingga 100 kali semprotan.

7. Beta – Laktam, Cefolosporin, Makrolida

Ketiganya adalah jenis antibiotik yang biasa digunakan sebagai obat radang. Pada dasarnya  penggunaan antibiotik ini cukup efektif, hanya saja ada beberapa orang yang alergi terhadap penisilin dan turunannya. Ditambah lagi efek samping bila mengonsumsi  Makrolida dapat berdampak bagi lambung.

8. Strepsils

Cara mengobati radang tenggorokan secara kimia juga dapat menggunakan permen strepsils yang tidak sulit untuk ditemukan. Permen ini berguna untuk mengatasi rasa gatal pada tenggorokan yang memicu munculnya radang. Ada batasan dalam penggunaan permen ini, yakni  disarankan dalam sehari jumlah permen yang dikonsumsi tidak melebihi 12 tablet dalam rentang waktu konsumsi maksimal satu tablet per tiga jamnya.  

9. Dexamethasone

Termasuk dalam golongan obat kortikosteroid untuk mengatasi apapun jenis radang yang. Hanya saja penggunaan obat ini dapat menyebabkan iritasi lambung, depresi, hingga euforia.

10. Ibuproven

Cara mengobati radang tenggorokan secara kimia dengan menggunakan ibuproven cukup ampuh. Fungsi obat ini sebagai anti peradangan dan mengurasi rasa nyeri akibat luka di bagian dalam tenggorokan. Selain sebagai obat untuk radang, obat ini juga bisa untuk mengobati sakit kepala, sariawan, dan penyakit yang disertai oleh rasa nyeri.

11. Aspirin

Aspirin dapat  digunakan mengatasi sakit tenggorokan. Hanya saja obat ini tidak boleh dikonsumsi oleh anak di bawah usia 16 tahun, dan juga penderita sakit maag pun tidak boleh mengonsumsi aspirin. Pada penderita sakit maag, kandungan aspirin dapat menyebabkan luka lambung melebar dan bertambah parah.

12. Suplemen (Vitamin C)

Cara mengobati radang tenggorokan secara kimia juga dapat meminum suplemen vitamin C karena mampu meningkatkan sistem imun tubuh sehingga virus dan kuman dapat menghilang. Konsumsi suplemen ini paling banyak 2 tablet dalam sehari agar sakit tenggorokan dapat segera sembuh.

Pantangan Penderita Radang Tenggorokan

Ketika mengalami penyakit radang ada beberapa hal yang harus dihindarkan, selain minum obat tradisional maupun kimia.

1. Meminum susu

Ketika terkena sakit radang tenggorokan, hindarkan dari minum susu. Susu memiliki tingkat kepekatan yang tinggi dan dapat menyebabkan lendir pada tenggorokan menjadi lebih  kental. Meminum susu ketika dalam keadaan terserang radang dapat pula menyebabkan reaksi bakteri yang berlebihan.

2. Gorengan

Mengonsumsi gorengan ketika mengalami radang tenggorokan dapat menyebabkan infeksi dan luka pada bagian tenggorokan menjadi lebih parah. Jadi, sebaiknya menghindari gorengan ketika sedang sakit. Pilih makanan yang diolah dengan cara direbus atau dikukus, dan kombinasikan dengan cara mengobati radang tenggorokan secara alami, jika radang tenggorokan belum dalam kondisi akut.

3. Makanan pedas

Makanan pedas dapat memperparah penyakit radang karena memicu batuk menjadi lebih sering. Batuk yang terlalu sering dan keras dapat membuat luka di tenggorokan dan kemudian dapat menjadi infeksi, dan berujung peradangan.

4. Merokok/Asap

Jika tengah mengalami sakit radang tenggorokan, ada baiknya untuk berhenti merokok atau menjauh dari lingkungan yang dikelilingi oleh asap. Nikotin pada rokok dapat memperparah infeksi yang terjadi pada tenggorokan dan membuat pengobatan seperti tersebut di atas menjadi tidak maksimal.

5. Minum es

Penderita radang tenggorokan sebaiknya menghindari mengonsumsi minuman dingin karena dapat membuat infeksi makin menjadi-jadi. Tak jarang infeksi yang berlebihan dapat menimbulkan demam tinggi pada beberapa orang. Sebagai gantinya, konsumsi air putih lebih banyak dan lebih sering dari biasanya.

Tips Mencegah Radang Tenggorokan

  1. Minum teh jahe.
  2. Berkumur menggunakan campuran kunyit dan madu.
  3. Rutin berkumur menggunakan air kunyit.
  4. Menghirup uap air panas.
  5. Minum berbagai jus yang baik untuk tenggorokan. Contohnya lemon dan belimbing.
  6. Pola hidup sehat.

Tips Menyembuhkan Radang Tenggorokan

  1. Berkumur menggunakan air garam.
  2. Jaga asupan cairan dalam tubuh.
  3. Minumlah perasan air lemon secara teratur.
  4. Makan cuka apel yang sudah dicampur dengan 2 sendok garam.
  5. Berkumur menggunakan kunyit.
  6. Usahakan mandi menggunakan air hangat.

Baca Juga: Cara Mengobati Batuk dengan Bahan Alami, Olahraga, Terapi dan Obat Serta Efek Samping

Berbagai cara orang lakukan untuk mengobati penyakit radang tenggorokan agar cepat sembuh. Mulai dari menggunakan bahan alami maupun obat dari resep dokter yang mudah didapatkan di apotik. Intinya, agar terhindar dari penyakit tersebut harus melakukan pola hidup sehat.

Continue Reading

More in Kesehatan

To Top