Connect with us
Cara Mengobati Batuk, Batu, Batuk Berdahak, Batuk Kering

Kesehatan

35 Cara Mengobati Batuk dengan Bahan Alami, Olahraga, Terapi dan Obat Serta Efek Samping

Cara Mengobati Batuk – Batuk menjadi penyakit yang lumrah bagi semua kalangan. Tak peduli anak-anak, remaja maupun dewasa pasti pernah mengalaminya. Batuk seolah sudah menjadi penyakit merakyat sehingga pengobatan batuk kerap kali diabaikan dan baru dilakukan ketika batuk sudah parah.

Cara Mengobati Batuk, Batu, Batuk Berdahak, Batuk Kering

Meski tak akan menjadi masalah serius jika batuk tak segera diobati, bukan berarti batuk menjadi penyakit yang boleh disepelekan. Jika tak segera menemukan cara mengobati batuk yang tepat, batuk akan sangat mengganggu aktivitas. Bukan hanya diri sendiri yang akan merasa tak nyaman, orang di sekitar pasti juga akan merasakan dampak yang sama.

Efek lain jika batuk tak segera diatasi adalah penularan batuk yang cepat. Batuk dapat ditularkan melalui udara. Ini artinya, ketika batuk bisa saja penderita menularkan penyakit kepada orang di sekitarnya. Pun demikian ketika berbicara secara langsung. Inilah yang menjadi alasan mengapa penderita batuk sering dijauhi.

Jika Anda termasuk salah satu penderita batuk, ada baiknya jika Anda segera mencari cara mengobati batuk yang tepat agar batuk tak menular kepada orang lain. Selain itu, mengatasi batuk dengan cepat juga akan menghindarkan Anda dari radang tenggorokan yang seringkali menimbulkan rasa ketidak nyamanan untuk berbicara dan menelan.

Jenis Jenis Batuk Secara Umum

Secara umum ada dua jenis batuk, yakni batuk berdahak dan batuk kering. Adapun pengertian batuk jika dilihat dari jenisnya antara lain sebagai berikut :

1. Batuk Kering

Batuk kering ditandai dengan tenggorokan gatal yang amat sangat namun dada tak terasa berat dan nafas tak sesak. Ketika batuk, tak ada lendir atau dahak yang keluar. Hanya saja, jika terus dibiarkan batuk kering bisa menyebabkan radang tenggorokan. parahnya, batuk kering dapat menyebabkan tenggorokan berdarah.

Batuk kering biasa disebabkan oleh debu, polusi, zat kimia, asma dan beberapa kondisi medis. Selai itu, batuk kering juga sering terjadi saat musim pancaroba dengan perubahan suhu mencolok.

2. Batuk Berdahak

Sesuai dengan namanya, batuk berdahak merupakan batuk yang dibarengi dengan keluarnya lendir atau dahak. Batuk jenis ini biasa disebabkan oleh infeksi virus atau penyakit paru-paru. Dahak yang terakumulasi dalam paru dan menempel di tenggorokan berusaha dikeluarkan tubuh dengan cara batuk. Sayangnya, tak semua jenis lendir dapat dikeluarkan dengan mudah sehingga membutuhkan cara mengencerkan dahak agar batuk dapat sembuh dengan lebih cepat.

Jenis Batuk Ditinjau Dari Penyebabnya

Meski secara umum hanya ada dua jenis batuk, yakni batuk kering dan batuk berdahak, bukan berarti semua batuk menunjukkan kondisi penyakit ringan. Kadangkala, batuk juga menjadi indikasi adanya gangguan medis yang lebih parah. Kenali jenis batuk berdasarkan pencetusnya berikut ini agar Anda lebih mudah menemukan cara mengobati batuk yang tepat.

1. Post Nasal Drip

Dalam keadaan sehat, tenggorokan dan hidung memiliki lendir yang berfungsi melembabkan saluran pernafasan. Namun, keberadaan lendir ini bisa tak terkontrol akibat pengaruh alergi atau perbedaan suhu. Jika sudah demikian, maka saluran pernafasan akan tersumbat lendir dan batuk pun terjadi.

Batuk jenis ini biasanya akan makin parah di malam hari. Untuk mengatasinya, dokter biasa meresepkan obat kelompok anti-histamin untuk mengurangi reaksi alergi. Namun, jika suhu dingin yang menjadi penyebabnya, maka memakai baju hangat dan meminum minuman yang hangat cukup untuk meredakan batuk dengan segera.

2. Batuk Asma

Gejala batuk asma hampir sama dengan batuk kering biasa. Bedanya, batuk asma dibarengi dengan suara mengi, sesak di dada dan akan makin parah di malam hari dibarengi dengan rasa lelah. Batuk jenis ini terjadi karena penderita asma memiliki peradangan di saluran pernafasannya sehingga susah bernafas dan mekanisme batuk terjadi secara alami sebagai bentuk peringatan.

Jika Anda  mengalami batuk asma, maka cara mengobati batuk yang paling benar adalah dengan mengunjungi dokter. Dokter akan memberikan obat pelega pernafasan dengan dosis yang sesuai dengan kondisi Anda seta memperhatikan indikasi penyakit lain.

3. Batuk Karena Asam Lambung

Asam lambung merupakan penyakit yang identik dengan organ pencernaan. Namun, dalam kasus yang parah, asam lambung bisa naik hingga tenggorokan sehingga menimbulkan sensasi panas dan rasa tak nyaman yang kemudian menyebabkan batuk. Kondisi ini bahkan akan semakin parah ketika makan atau berbaring.

Cara mengobati batuk karena asam lambung yang paling tepat adalah dengan mengobati asam lambung yang menjadi pencetusnya, Jika tidak, batuk kronis akan terus terjadi dan bahkan makin parah.

4. Penyakit Paru Obstruksi Kronik

Jenis batuk ini disebabkan oleh penyakit paru. Batuk akibat PPOK biasanya berupa batuk berdahak yang terjadi dalam jangka waktu cukup lama, Jika batuk biasa makin parah di malam hari, PPOK cenderung lebih parah di pagi hai. Gejala lain yang mungkin timbul pada batuk akibat PPOK adalah nafas sesak, kelelahan, serta sakit di bagian dada.

5. Batuk Karena Obat

Meski jarang terjadi, sebagian orang rupanya mengalami batuk kering akibat mengkonsumsi obat tekanan darah tinggi. Sebanyak 20% dari seluruh merk obat hipertensi yang beredar di pasaran memiliki efek samping batuk. Jika Anda batuk setelah mengkonsumsi obat hipertensi, maka segera konsultasi ke dokter untuk mendapatkan resep obat hipertensi yang baru.

6. Pneumonia

Pneumonia merupakan penyakit radang pada selaput udara paru-paru. Pneumonia terjadi akibat infeksi virus dan bakteri Tanda penyakit ini yang aling sering terjadi adalah batuk kering yang lama kelamaan menjadi batuk berdahak. Perbedaan batuk Pneumenia dengan batuk biasa adalah dahak yang berwarna hijau, kuning atau merah kebiruan. Penderita penyakit ini juga akan merasakan nyeri dada ketika menarik nafas dalam, sulit bernafas dan juga demam.

7. Batuk Rejan atau Pertusis

Batuk rejan atau pertusis merupakan jenis batuk akut yang sangat mudah menular. Batuk pertusis membuat penderitanya menarik nafas sangat dalam sebelum batuk. Batuk akan disertai dengan rasa pengap atau sesak, mata berair ketika batuk serta demam. Batuk ini dapat terjadi hingga 3 bulan dan seringkali dianggap sebagai penyakit remeh.

Penyebab Batuk Sulit Sembuh

Ketika Anda sudah melakukan berbagai cara menyembuhkan batuk namun batuk belum juga sembuh, maka Anda perlu perhatikan faktor lain yang menyebabkan batuk sangat betah berada di tubuh Anda. Beberapa hal  yang menyebabkan batuk sulit sembuh antara lain :

1. Stress

Pikiran yang memiliki banyak tekanan akan menyebabkan batuk sulit sembuh. Oleh karena itu, ketika batuk hendaknya Anda merilekskan pikiran. Anda juga harus memiliki tidur berkualitas dengan kuantitas yang cukup. Setidaknya Anda tidur 7 hingga 8 jam di malam hari.

2. Kurang Minum Air Putih

Saat tubuh terserang batuk dan flu, air putih dapat membantu meningkatkan metabolisme dan kekebalan tubuh. Tak hanya itu, minum air putih dalam jumlah lebih banyak dibanding biasanya juga dapat membantu mengencerkan dahak. Tambahan air untuk tubuh ini tak hanya bisa dikonsumsi dalam bentuk air putih, sup ayam atau jus buah juga bisa menjadi alternatif untuk memenuhi asupan cairan tubuh. Sebaliknya, hindari minuman yang mengandung alkohol dan kafein karena berpotensi membuat tenggorokan kering.

3. Caca Ekstrim

Udara kering di siang hari menjadi pemicu batuk sangat sulit sembuh. Untuk mengatasinya, Anda bisa menambah kelembaban udara di sekitar Anda. Namun, jangan terlampau lembab karena justru dapat memicu kambuhnya asma, perkembangan bakteri dan jamur serta sinusitis.

Penyebab Batuk

Batuk merupakan upaya tubuh untuk merupakan upaya tubuh untuk mengeluarkan lendir atau zat asing lainnya dari saluran pernafasan. Batuk juga menjadi upaya untuk melindungi paru-paru dari benda asing karena batuk akan mendorong partikel asing yang sudah terlanjur terhirup ke dalam paru-paru agar keluar melalui jalan nafas.

Meski secara umum batuk menjadi upaya tubuh mempertahankan fungsi saluran nafas agar terhindar dari zat asing, namun batuk juga memiliki penyebab yang harus diketahui. Beberapa penyebab batuk antara lain :

1. Infeksi Virus

Infeksi virus menjadi penyebab batuk yang paling sering ditemui. Batuk yang diakibatkan oleh virus biasanya akan disertai gejala flu seperti hidung mampet dan meriang. Batuk akibat virus juga akan dirasa makin menjadi ketika hawa dingin atau di malam hari.

2. Infeksi Saluran Pernafasan

Setelah virus, infeksi saluran pernafasan menjadi penyebab batuk lain yang sering ditemui. Infeksi saluran pernafasan seperti sinusitis, pharyngitis, tonsilitis, pneunomia dan infeksi saluran pernafasan lainnya seringkali disertai batuk sebagai gejalanya.

3. Alergi

Alergi merupakan bentuk perlawanan tubuh terhadap zat asing. Alergi umumnya ditandai dengan adanya ruam kemerahan. Namun, ada juga alergi yang ditandai dengan batuk kering. Dalam kasus yang parah, batuk karena alergi bahkan bisa menyebabkan tenggorokan hingga meradang.

4. Asma

Asma adalah penyakit yang diidentikkan dengan sesak nafas. Namun, jika sudah menjadi penyakit kronis, asma juga bisa menjadi penyebab batuk kering.

5. Merokok

Asap rokok yang terhirup dapat mengendap dan mengotori saluran pernafasan. Jika sudah demikian, maka tubuh akan berusaha mengeluarkan zat residu melalui mekanisme batuk. Hal ini pula yang sering menjadi penyebab batuk berdahak maupun batuk kering.

Gejala Batuk

Umumnya batuk ditandai dengan rasa gatal di tenggorokan. Namun bukan berarti batuk tak memiliki gejala lain. Berikut beberapa gejala batuk yang harus Anda ketahui.

  • Demam.
  • Menggigil.
  • Tenggorokan terasa panas.
  • Sakit kepala.
  • Berkeringat di malam hari.
  • Hidung mengeluarkan ingus.

Kondisi Batuk yang Harus Diwaspadai

Sering dianggap penyakit sepele, Anda tetap harus waspada terhadap penyakit batuk. Beberapa batuk mungkin bukan termasuk batuk biasa dan justru menjadi indikasi penyakit serius. Batuk biasa umumnya akan berhasil disembuhkan oleh kekebalan tubuh. Namun, batuk yang menjadi indikasi penyakit serius akan lebih sulit disembuhkan dan disertai gejala lainnya.

Jika Anda mengalami batuk yang tak kunjung sembuh dan disertai dengan gejala berikut ini, maka segera kunjungi dokter untuk mengetahui penyakit yang Anda derita sekaligus mendapat cara mengobati flu dan batuk yang tepat.

  • Batuk berlangsung lebih dari satu minggu.
  • Batuk disertai dengan dahak berwarna hijau, kuning, keunguan.
  • Batuk berdarah.
  • Pusing.
  • Mual.
  • Nafas lebih cepat atau sesak.
  • Dada terasa panas.
  • Jantung berdebar.

Jika Anda mengunjungi dokter karena batuk yang dibarengi dengan salah satu atau lebih di atas, Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik melalui stetoscope. Sebagai langkah lanjutan, dokter akan melakukan uji lab terhadap dahak. Jika diperlukan, x-ray dan CT Scan terhadap paru juga akan dilakukan untuk mendeteksi adanya penyakit kronis penyebab batuk seperti TBC, radang atau kanker paru.

Selain kondisi di atas, batuk pada anak dan bayi juga harus diperhatikan. Cara mengobati batuk pada bayi atau mengobati batuk anak tidaklah sama dengan orang dewasa. Karenanya, batuk pada anak dan bayi harus mendapat pertolongan dokter dengan segera.

Cara Mengobati Batuk Secara Alami

Seringkali penderita batuk enggan mengkonsumsi obat batuk yang dijual di pasaran karena berbagai alasan. Alasan klasik yang sering digunakan adalah efek kantuk yang diakibatkan obat batuk. Selain itu, beberapa orang mungkin tak suka mengkonsumsi obat dan memilih beralih pada cara mengobati batuk secara alami.

Nah, jika Anda tergolong orang yang lebih memilih cara mengobati batuk menggunakan cara alami, bahan-bahan berikut bisa menjadi alternatif untuk mengatasi batuk Anda.

1. Madu

Madu telah lama dikenal sebagai bahan alami yang mampu mengatasi berbagai penyakit, termasuk juga sebagai cara mengobati batuk. Madu mengandung dextromrthorphan yang dapat meringankan gejala batuk dan mengobatinya secara perlahan.

Caranya :

  • Campur dua sendok makan madu dalam air hangat.
  • Jika Anda menderita batuk berdahak, mencampurkan sedikit air perasan lemon akan membantu mengencerkan dahak.

2. Yogurt

Yogurt merupakan bahan alami yang kaya akan probiotik. Probiotik inlah yang akan membantu menyembangkan mikroorgansme dalam usus sehingga membuat makanan dapat dicerna dengan baik dan berimbas pada naiknya kekebalan tubuh. Secara tak langsung, yogurt akan membantu batuk sembuh dengan sendirinya. Yogurt menjadi cara mengatasi batuk pada anak yang digemari karena memiliki rasa yang enak dan menyegarkan.

Caranya :

  • Konsumsilah plain yogurt seperlunya.
  • Mengkonsumsi yogurt dengan aneka rasa dan gula tambahan tak dianjurkan karena rasa manis gula justru akan membuat batuk makin parah.

3. Nanas

Sebuah penelitian menunjukkan jika nanas mengandung enzim bernama bromelain. Enzim ini akan membantu mengencerkan dahak sehingga melegakan tenggorokan. namun, penggunaan nanas sebagai cara mengobati batuk perlu diwaspadai jika Anda mengkonsumsi obat pengencer darah. Selain itu, enzim bromelain pada nanas juga tak dianjurkan bagi orang yang sedang mengkonsumsi antibiotik karena sifatnya yang meningkatkan penyerapan antibiotk.

Caranya :

  • Konsumsi nanas dalam bentuk buah atau dalam bentuk jus sehari 3 kali.

4. Pappermint

Memiliki kandungan menthol, pappermint dapat melegakan tenggorokan. selain itu, daun  mint juga dapat membatu mengencerkan dahak serta mengurangi rasa gatal di tenggorokan.

Caranya :

  • Konsumsi teh papermint atau teteskan 3 hingga 4 tetes minyak pappermint dalam setiap 150 mL air panas lalu gunakan untuk menyeduh teh.

5. Marshmallow

Marshmallow yang asli sebenarnya terbuat dari Althaea officinalis, yaitu tanaman abadi yang hanya berbunga di musim panas. Akar dan daun tanaman ini sudah lama dipercaya sebagai cara mengobati batuk dan sakit tenggorokan. Meski khasiatnya belum dibuktikan melalui penelitian, namun kemampuannya untuk mengobati batuk sudah dipercaya turun menurun.

Caranya :

  • Rebus akar tanaman Althaea Officinalis lalu minum airnya atau konsumsi marshmallow.

6. Thyme

Cara mengobati batuk secara alami dan cepat adalah dengan menggunakan daun thyme. Daun herbal mengatasi batuk ini mengandung senyawa flavonoid yang mampu berperan sebagai anti inflamasi. Selain itu, flavonoid juga mampu mereleksasi otot yang beperan dalam mekanisme batuk.

Caranya :

  • Cuci bersih daun thyme lalu memarkan.
  • Seduh dengan secangkir air mendidih dan tutup selama 10 menit.
  • Saring lalu minum airnya.

7. Air Garam

Cara mengobati batuk pilek dalam sehari dengan berkumur menggunakan air garam. Air garam dapat menjadi cara mengobati batuk terutama yang dipicu oleh rasa gatal di tenggorokan. Namun, perlu dicatat jika cara ini tak dianjurkan bagi anak-anak karena dikhawatirkan air garam akan tertelan.

Caranya :

  • Larutkan ½ sendok makan air garam pada 250 mL air hangat.
  • Gunakan untuk berkumur setiap kali tenggorokan terasa gatal.

8. Kecap dan Jeruk Nipis

Salah satu obat batuk alami dan tradisional adalah minum campuran jeruk nipis dan kecap. Cara mengobati batuk dengan kecap dan jeruk nipis bisa dibilang sebagai resep turun temurun. Jeruk nipis mengandung vit C yang meningkatkan sistem kekebalan tubuh serta mampu meredakan rasa gatal di tenggorokan. sedangkan kecap berfungsi untuk mengurangi rasa asam jeruk nipis.

Caranya :

  • Tuangkan kecap dalam sendok makan dengan takaran hampir penuh.
  • Tambahkan beberapa tetes air perasan jeruk nipis lalu aduk rata.
  • Minum 3 kali sehari setiap selesai makan.

9. Jeruk Nipis dan Air Hangat

Tak suka dengan rasa manis kecap? Tenang, Anda tetap bisa memanfaatkan jeruk nipis untuk mengobati batuk dengan menyeduhnya menggunakan air panas. Cara ini memungkinkan Anda mengobati batuk dengan mudah tanpa minum obat.

Caranya :

  • Peras setengah buah jeruk nipis.
  • Tambahkan air hangat hingga satu cangkir penuh.
  • Tambahkan satu hingga dua sendok makan madu untuk menambah rasa.

10. Kencur

Dipercaya mampu menjaga kualitas pita suara, siapa menyangka jika kencur juga efektif sebagai cara menghilangkan batuk berdahak. Kencur akan membantu mengencerkan dahak serta mengurangi rasa gatal di tenggorokan.

Caranya :

  • Kupas lalu parut 2 rimpang kencur lalu peras, ambil airnya saja.
  • Haluskan satu sendok teh beras lalu rebus bersama air perasan kencur dan sedikit asam jawa.
  • Minum jamu beras kencur untuk mengobati batuk dalam kondisi hangat.
  • Jika menginginkan cara praktis, Anda juga bisa langsung mengkonsumsi kencur yang telah dikupas dan dicuci dengan cara dikunyah.

11. Jahe

Cara menyembuhkan batuk berdahak dan tenggorokan gatal secara alami dengan rutin minum air jahe hangat. Jahe memiliki sifat anti radang sehingga baik dikonsumsi oleh penderita batu. Selain itu jahe juga memiliki kandungan minyak atsiri yang mampu mengobati sakit tenggorokan. jika Anda berniat menggunakan jahe sebagai cara mengobati batuk, ada baiknya jika Anda menggunakan jahe merah karena memiliki kandungan minyak atsiri 2,5% lebih banyak.

Caranya :

  • Kupas lalu cuci bersih jahe.
  • Memarkan dan seduh dengan air mendidih.
  • Konsumsi sebelum tidur dalam kondisi hangat karena batuk di malam hari lebih sering tejadi.

12. Kunyit

Cara mengobati batuk yang bisa Anda coba sendiri di rumah lainnya adalah dengan menggunakan kunyit. Bahan alami yang dipercaya sebagai antibiotik ini juga mengandung antioksidan yang berguna untuk menyembuhkan batuk gatal dan kering.

Caranya :

  • Kupas lalu cuci bersih satu ruas kunyit.
  • Tumbuk atau parut, ambil sarinya.
  • Tambahkan satu sendok makan madu.
  • Jika menginginkan rasa segar, tambahkan beberapa tetes air perasan jeruk nipis lalu konsumsi sebagai obat batuk alami.

13. Daun Kemangi

Cara mengobati batuk dengan kemangi mungkin masih asing. Namun, daun kemangi sudah terbukti mampu mengobati batuk kering secara alami.

Caranya :

  • Cuci bersih satu genggam daun kemangi segar.
  • Rebus bersama 3 gelas air hingga mendidih.
  • Minum ramuan ini secara teratur 3 kali sehari asing-masing satu gelas hingga batuk sembuh.

14. Daun Sirih

Identik dengan organ kewanitaan, siapa menyangka jika daun sirih juga bisa dimanfaatkan sebagai cara mengobati batuk. Daun sirih efektif mengobati batuk jika dicampur dengan jahe.

Caranya :

  • Rebus 15 lembar daun sirih yang sudah dicuci bersama dua gelas air hingga tersisa satu gelas
  • Kupas jahe, cuci bersih lalu memarkan.
  • Masukkan jahe yang sudah dimemarkan pada rebusan daun sirih yang sudah disaring.
  • Tambahkan madu lalu minum selagi hangat.

15. Belimbing Wuluh

Cara menghilangkan batuk gatal di tenggorokan dengan mengonsumsi air perasan belimbing wuluh. Tak hanya dijadikan penambah rasa asam masakan, belimbing wuluh juga bisa dijadikan obat alternatif batuk, belimbing wuluh akan membantu mengencerkan dahak serta mengurangi rasa gatal di tenggorokan. Namun, perlu diingat jika cara ini sangat dilarang bagi penderita asam lambung.

Caranya :

  • Cuci bersih 3 buah belimbing wuluh, parut lalu ambil airnya.
  • Campur air perasan belimbing wuluh dengan sedikit air hangat dan garam.
  • Minum dua kali sehari.

16. Bunga Mawar

Cara mengobati batuk lainnya adalah dengan menggunakan bunga mawar. Cara ini mungkin masih sangat jarang dilakukan, namun sudah banyak yang mengakui khasiat bunga mawar sebagai obat batuk.

Caranya :

  • Seduh 10 gram kelopak bunga mawar warna apa saja dengan satu cangkir air mendidih.
  • Diamkan hingga hangat lalu saring.
  • Tambahkan gula batu lalu minum.

17. Air Hangat

Cara mengobati batuk berdahak yang sudah terbukti khasiatnya adalah dengan menggunakan air hangat. Selain dapat mengurangi rasa gatal di tenggorokan, air hangat dapat membantu mengencerkan lendir dan melegakan pernafasan.

Caranya :

  • Minum air hangat sedikit demi sedikit tiap kali muncul keinginan untuk batuk.
  • Jika batuk yang Anda derita disertai dengan pilek, hirup uap air panas untuk melegakan hidung tersumbat.

18. Kulit Jeruk Mandarin

Jika jeruknya enak dikonsumsi kala cuaca terik, kulit jeruk mandarin rupanya memiliki khasiat tersendiri untuk meredakan batuk. Kandungan dalam kulit jeruk akan meredakan gatal di tenggorokan akibat batuk kering.

Caranya :

  • Keringkan kulit jeruk mandarin.
  • Rebus bersama dua gelas air dan 25 gram kencur yang diiris tipis.
  • Rebus hingga air hanya tersisa setengahnya.
  • Tambahkan madu atau gula batu agar rasanya lebih enak.
  • Minum dalam kondisi hangat.

19. Lada Hitam

Cara mengatasi batuk kering yang terbukti ampuh adalah dengan menggunakan lada hitam. Lada hitam membantu mengurangi rasa gatal serta meredakan batuk kering.

Caranya :

  • Campur satu sendok makan madu dengan sejumput lada hitam.
  • Minum 3 kali sehari sesudah makan hingga batuk sembuh.

20. Campuran Kunyit dan Merica Bubuk

Perpaduan kunyit yang kaya antibiotik dan merica yang memiliki sifat menghangatkan tenggorokan mampu menjadikan campuran dua bahan ampuh ini sebagai obat batuk kering serta batuk berdahak. Tak hanya ampuh, perpaduan dua bahan ini juga enak diminum.

Caranya :

  • Campur dua sendok teh kunyit bubuk dengan sedikit merica bubuk.
  • Seduh dengan air panas.
  • Tambahkan madu sebagai penambah rasa.
  • Minum selagi hangat.

21. Campuran Susu dan Madu

Batuk yang tak kunjung reda memang terasa sangat menjengkelkan. Ditambah lagi rasa gatal di tenggorokan yang menimbulkan rasa tak nyaman untuk berbicara dan menelan. Jika Anda mengalami masalah ini, segera minum campuran susu dan madu. Campuran dua bahan alami ini mampu menghilangkan rasa gatal yang muncul saat mengalami batuk kering.

Caranya :

  • Campur dua sendok makan madu pada satu gelas susu murni.
  • Minum sesudah makan secara rutin.
  • Jika batuk sudah sembuh, Anda tetap boleh melanjutkan meminum campuran susu dan madu untuk menjaga stamina dan kekebalan tubuh.

22. Jus Anggur

Penderita batuk berdahak pasti pernah mengalami kesulitan mengeluarkan dahak. Padahal, jika dahak belum dikeluarkan, batuk akan semakin menjadi dan paru-paru akan terasa berat untuk bernafas. Jika Anda salah satu penderita batuk berdahak yang mengalami masalah ini, segera konsumsi jus anggur sebagai solusinya. Jus anggur dapat berperan sebagai mucolytic expectorant yang mampu mengencerkan dahak secara alami.

Caranya :

  • Minum jus anggur setiap hari satu gelas.
  • Jangan tambahkan gula pada jus anggur karena gula akan membuat batuk lebih parah. Sebagai gantinya, Anda bisa menambahkan madu murni sebagai penambah rasa.

23. Biji Rami, Madu dan Lemon

Cara menghilangkan batuk dalam semalam dengan menggunakan campuran bahan herbal yaitu biji rami, madu dan lemon. Biji Rami telah lama dipercaya sebagai bahan alami untuk mengatasi sakit tenggorokan. Jika dicampur dengan madu dan lemon, biji rami juga dapat menjadi cara mengobati batuk yang ampuh.

Caranya :

  • Rebus dua hingga tiga sendok makan biji rami bersama satu cangkir air hingga mendidih dan air mengental.
  • Saring air rebusan biji rami dan tambahkan tiga sendok makan madu dan tiga sendok makan air perasan lemon.
  • Aduk rata lalu minum satu hari satu kali.

24. Bawang Putih

Obat herbal dengan harga murah untuk mengatasi segala jenis batuk yaitu bawang putih. Bawang putih memiliki kandungan allicin yang dapat mematikan mikroorganisme penyebab infeksi saluran pernafasan, batuk gatal dan kering. Selain itu, bawang putih juga dapat menyembuhkan peradangan. Sayangnya, bawang putih memiliki efek menekan nafsu makan, mual dan menurunkan tekanan darah. Efek lainnya adalah rasa bawang putih yang getir sehingga tak disukai anak. Bau menyengat yang dimiliki oleh bawang putih juga akan membuat nafas tak sedap.

Caranya :

  • Konsumsi satu siung bawang putih mentah secara langsung.
  • Untuk menekan efek sampingnya, makanlah bawang putih seusai makan sedikit demi sedikit.

Cara Mengobati Batuk dengan Terapi

1. Pemijatan

Pemijatan dengan mengetahui titik pijat refleksi dapat mengobati batuk tanpa obat dengan cepat. Namun yang perlu anda ketahui bahwa harus paham betul titik pijat yang pas. Biasanya titik pijat refleksi batuk pada telapak kaki, telapak tangan serta beberpa titik akupresur di tubuh.

Cara Mengobati Batuk dengan Olahraga

Ada beberapa olahraga yang dapat mengobati serta mencegah timbulnya batuk. Olahraga tersebut antara lain yaitu:

  1. Jalan santai
  2. Lari pagi
  3. Bersepeda
  4. Senam

Dengan melakukan olahraga tersebut selain bermanfaat membuat badan sehat dapat juga mencegah timbulnya batuk secara terus menerus.

Cara Mengobati Batuk dengan Obat

Selain menggunakan cara alami, ada pula cara mengobati batuk dengan obat yang dijual di pasaran. Namun, sebelum mencobanya Anda perlu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Beberapa obat batuk mungkin memiliki efek menyebabkan kantuk serta kontradiksi terhadap penyakit tertentu.

Jika Anda tak sempat berdiskusi langsung dengan dokter, memperhatikan dosis serta membaca peringatan pada label kemasan menjadi hal yang harus diutamakan. Selain itu, memastikan obat batuk di apotik yang Anda konsumsi terdaftar di BPOM RI merupakan langkah preventif yang tak kalah pentingnya.

Bagi Anda yang ingin mencoba cara mengobati batuk menggunakan obat, berikut beberapa jenis obat batuk berdasarkan jenis batuk yang Anda derita.

1. Obat Batuk Ekspektoran

Obat batuk berdahak ini memiliki kandungan guaifenesin, yakni kandungan aktif yang dapat membantu mengencerkan lendir dengan cara meningkatkan sekresi air. Meski sudah terbukti ampuh, obat batuk jenis ini teta memiliki efek samping, yakni mual dan muntah. Oleh karenanya, selalu konsultasikan ke dokter sebelum memutuskan menggunakan obat jenis ini. Beberapa jenis obat batuk ekspektoran antara lain :

  • guaifenesin.
  • Benacol.
  • OBH Combi.

2. Obat Batuk Mukolitik

Cara mengatasi batuk berdahak secara terus menerus adalah dengan menggunakan obat batuk jenis mukolitik. Cara kerjanya dalam mengencerkan dahak hampir sama dengan ekspektoran, hanya saja mukolitik bekerja dengan mengubah sifat kimia dahak menjadi lebih encer. Obat batuk mokolitik memiliki kandungan aktif bromhexine dan asetilsistein yang dapat mengencerkan dahak dengan cepat. Beberapa merk obat batuk mukolitik antara lain :

  • Ambroxol.
  • Bromhexin.
  • Acetylcysteine.
  • Erdosteine.
  • Carbocysteine.
  • Mecysteine.

3. Obat Batuk Antitusif atau Supresan

Obat batuk jenis ini mampu dijadikan cara menghilangkan batuk kering maupun batuk berdahak. Kandungan utama di dalamnya adalah dekstrometorfan yang berfungsi untuk menekan refleks batuk. Beberapa merk dagang obat batuk yang tergolong dalam obat batuk supresan antara lain :

  • Balminil DM.
  • Bemylin DM.
  • Benzonatate.
  • Tessalon.
  • Dextromethorphan.

4. Obat Batuk Kombinasi

Obat batuk kombinasi memiliki lebih dari satu bahan aktif sehingga tak hanya mampu mengobati batuk, melainkan juga ampuh sebagai cara mengobati pilek, hidung tersumbat dan pusing. Beberapa merk obat batuk di kombinasi yang dapat dibeli di apotek antara lain :

  • OBH Combi Plus.
  • Bisolvon.
  • Huffagrip.
  • Viks 44.

5. Obat Batuk Topikal

Berbeda dari jenis obat batuk sebelumnya yang tergolong dalam obat batuk oral, obat batuk topikal merupakan obat batuk untuk pemakaian luar. Kandungan obat dalam obat batuk jenis ini biasanya adalah minyak kayu putih, champor dan menthol. Obat batuk topikal bisa berupa balsem, minyak esensial atau vaporizer yang memberikan rasa hangat sehingga menekan batuk. Beberapa jenis obat batuk topikal yang bisa Anda beli di pasaran anatara lain :

  • Viks Vaporub.
  • Euky Bear Vaporiser.
  • Minyak Kayu Putih Cap Lang.
  • Viks Vapori Inhaler.

Tips Agar Batuk Cepat Sembuh

Mempraktekkan cara mengobati batuk secara alami atau dengan obat saja tak akan cukup untuk menyembuhkan batuk dengan cepat. Agar batuk lebih mudah sembuh, cobalah mengikuti beberapa tips berikut ini.

1. Banyak Minum Air Putih

Air putih merupakan bahan alami yang mampu meningkatkan kekebalan tubuh. Selain itu air putih juga dapat mengencerkan dahak dan mengurangi gatal tenggorokan.

2. Perbanyak Vit C

Selain air putih vitamin C juga menjadi bahan alami yang mampu meningkatkan kekebalan tubuh. Mengkonsumsi banyak vitamin c akan membuat tubuh mampu melawan batuk ringan dengan sendirinya.

3. Istirahat Cukup

Saat terserang batuk, tubuh membutuhkan lebih banyak istirahat agar cepat pulih. Setidaknya tidur di malam hari 7 hingga 8 jam dan jika memungkinkan tambah dengan istirahat di siang hari.

4. Hindari Makanan Berlemak

Makanan berlemak seperti gorengan atau kacang-kacangan dapat memperparah kondisi batuk Anda terutama jika Anda menderita batuk berdahah. Oleh karena itu, hindari makanan berlemak dan perbanyak konsumsi minuman hangat agar batuk segera mereda.

5. Hindari Makanan Manis

Tahukah Anda jika makanan manis dapat membuat batuk lebih parah? Makanan manis ini berlaku untuk rasa manis yang berasal dari gula pasir maupun gula buatan. Sebaliknya, manis madu justru disarankan karena madu berguna untuk mengobati batuk secara alami.

Efek Samping Mengobati Batuk

Dari sekian banyak cara mengobati batuk, bukan berarti tak ada efek samping yang akan Anda dapatkan. Baik cara mengatasi batuk secara alami maupun dengan menggunakan obat tetap memiliki efek samping beragam. Efek samping tersebut tergantung dari kandungan yang digunakan untuk mengobati batuk. Umumnya cara alami lebih aman. namun juga dapat menimbulkan efek samping jika memiliki penyakit lain selain batuk.

1. Efek Samping Mengobati Batuk Secara Alami

Beberapa cara mengobati batuk dengan bahan alami yang bersifat asam tak sesuai bagi penderita GERD dan bahkan justru membuat asam lambung semakin parah. Selain itu, beberapa cara alami mengobati batuk seperti menggunakan air garam atau lada hitam tak dianjurkan bagi anak-anak.

2. Efek Samping Mengobati Batuk dengan Obat

Cara mengobati batuk dengan produk juga memiliki efek samping. Kebanyakan obat batuk memiliki efek kantuk mulai dari kantuk ringan hingga kantuk tak tertahankan. Selain itu, mengkonsumsi obat untuk batuk juga memiliki kontradiksi obat yang perlu diwaspadai. Misalnya saja beberapa kandungan aktif yang dapat meningkatkan penyerapan antibiotik dan membebani kinerja hati.

Cara paling bijak jika Anda ingin mengobati batuk dengan obat yang dibeli di apotek adalah dengan berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Dokter akan memilihkan jenis obat yang sesuai dengan jenis batuk yang Anda derita. Selain itu, dokter juga akan memperhatikan faktor lain yang sulit diprediksi oleh orang awam, misalnya saja alergi obat atau efek negatif yang mungkin timbul akibat penyakit lainnya.

Setelah mengetahui cara mengobati batuk dengan alami dan produk serta efek sampingnya, hendaknya Anda lebih berhati-hati memilih jenis pengobatan yang sesuai. Salah jenis pengobatan akan membuat batuk yang Anda derita sulit sembuh. Selain itu, pengobatan yang tak sesuai dengan kondisi kesehatan Anda juga bisa membuat penyakit yang Anda derita lebih parah.

Hal lain yang perlu Anda perhatikan adalah dosis penggunaan. Penggunaan obat batuk di apotek yang berlebihan tentunya tak akan baik untuk organ jantung dan hati. Sementara itu, cara mengobati batuk dengan bahan alami perlu diperhatikan pula takaran dan juga ketelatenan dalam penggunaannya.

Peningkatan dosis obat alami batuk tak akan berimbas pada kecepatan kesembuhan batuk. Ketelatenan dalam mengkonsumsi obat batuk alami dengan takaran yang pas adalah ara mengobati batuk dengan ramuan alami yang paling tepat. Hal ini dikarenakan obat batuk tradisional tak bisa menyembuhkan batuk secara langsung dan cenderung bekerja lebih lamban jika dibandingkan dengan obat batuk yang dijual di pasaran.

Baca Juga: Cara Mengatasi Hidung Tersumbat dengan Bahan Alami, Terapi dan Obat Serta Efek Samping

Terakhir, Anda perlu mengingat jika cara mengatasi batuk pada bayi dengan metode tradisional harus sangat hati-hati. Bayi sangat tak dianjurkan meminum ramuan tradisional. Cara mengatasi batuk pilek pada bayi yang paling dianjurkan adalah sesuai dengan arahan dokter.

Continue Reading

More in Kesehatan

To Top