Connect with us
Cara Memakai Softlens 

Kecantikan

39 Cara Memakai dan Melepaskan Softlens untuk Pemula dengan Mudah

Cara Memakai Softlens – Siapa sih yang tidak suka memakai softlens atau lensa kontak? Hampir semua orang memakai softlens. Tidak hanya remaja saja, tetapi orang dewasa pun memakai softlens untuk dapat membantu penglihatan menjadi lebih baik lagi. Softlens atau lensa kontak dipakai tidak hanya untuk membantu penglihatan saja, tetapi dapat pula menunjang penampilan Anda menjadi lebih percaya diri. Biasanya dipakai oleh orang-orang yang tidak terlalu suka memakai kacamata, maka softlens menjadi alternatif sebagai pengganti kacamata tersebut. Dan cara memakai softlens yang dianggap mudah menjadi pilihan tersendiri untuk pecinta softlens.

Cara Memakai Softlens 

Namun bila Anda tidak tahu cara memakai softlens yang benar, bisa jadi softlens menjadi ancaman yang berbahaya bagi mata Anda. Sebelum membahas softlens lebih lanjut, ada baiknya bila Anda mengetahui sejarah softlens dan apapun yang bersangkutan dengan softlens. Seperti ulasan di bawah ini!

Apa itu Softlens?

Menurut Wikipedia Softlens (lensa kontak) adalah sebuah alat yang digunakan untuk membantu penglihatan sebagai pengganti kacamata. Biasanya softlens dipasang pada kornea mata dengan bahan yang terbuat dari plastik juga mengandung air. Memakai softlens berarti Anda harus hati-hati, karena pemakaiannya yang memerlukan perawatan serius. Karena bila softlens Anda kotor dan cara memakai softlens tidak benar akan menyebabkan iritasi pada mata yang bahkan dapat menimbulkan penyakit serius, bahkan kebutaan permanen pada mata.

Selain itu juga softlens biasanya mempunyai kegunaan yang tidak jauh berbeda dengan kacamata konvensional atau kacamata biasa, karena bentuknya yang menyerupai plastik dan dibuat pas dengan kornea mata, softlens akan terasa lebih ringan dan bentuknya pun tidak akan nampak saat dipakai.

Saat ini softlens sudah banyak variasinya, banyak diantaranya diberi warna-warna yang menarik tidak lain adalah agar Anda lebih mudah membersihkannya, menyimpannya di kotak khusus softlens atau saat dipakai. Softlens sengaja dibuat dengan berbagai warna dan ukuran tidak lain agar Anda dapat lebih percaya diri dengan warna softlens yang sesuai dengan kepribadian atau gaya hidup Anda. 

Untuk saat ini diperkirakan sudah ada sekitar 125 juta orang di dunia yang menggunakan softlens (2% dari jumlah manusia) termasuk 28-38 juta di Amerika Serikat dan 13 juta di Jepang, belum lagi bila ditambahkan dengan jumlah pemakaian softlens di Indonesia.

Sejarah Softlens

Softlens itu sendiri pada hakikatnya diciptakan pertama kali untuk dapat dipakai sebagai alat membantu dan memperjelas penglihatan bagi penderita kurang penglihatan jarak jauh ataupun dekat pada mata. Dan kini pada era kemajuan zaman softlens nyatanya tidak hanya untuk membantu penglihatan saja tetapi juga sering dipakai sebagai penunjang gaya hidup dalam kecantikan. Softlens banyak diciptakan dalam berbagai warna agar menambah daya tarik bagi pemakai. Ada banyak warna yang sudah diciptakan, beberapa warna softlens yang banyak terlihat saat ini seperti; biru, hijau, purple, hitam, coklat serta jingga.

Sedangkan menurut sejarahnya sendiri, sebelum adanya softlens kacamata adalah adalah alat bantu penglihatan yang pertama kali diciptakan, dan ide dasar pembuatan Softlens itu sendiri sebenarnya sudah dikenal dimulai dari tahun 1508 berdasarkan catatan dan gambaran serta sketsa yang dibuat oleh Leonardo Da Vinci. Di dalam buku catatan miliknya, ditemukan ada banyak sekali sketsa mengenai kacamata yang dapat langsung dikenakan pada kornea atau bola mata. Lalu, ide dasar ini pada akhirnya mendapatkan perhatian khusus sehingga terus menerus dikembangkan dan dilakukan penelitian.

Namun pada versi penemuan yang lainnya bahwa penemuan softlens ini pun diklaim oleh Rene Descartes yang merupakan penemu ide lensa kontak pertama kalinya. Rene Descartes membuat Hydrascope pada tahun 1636, yaitu sebuah kaca berisi air yang ditempatkan pada kornea mata untuk membantu penglihatan. Hydrascope inilah yang pada akhirnya diklaim sebagai ide pertama alat membantu penglihatan manusia yang menjadi prinsip pembuatan kacamata juga softlens.

Perkembangan Softlens di Awal Penemuan

Mengikuti teknologi yang semakin berkembang, cikal bakal Softlens pun akhirnya ditemukan. Softlens atau Lensa Kontak untuk pertama kalinya sukses diciptakan oleh Adolf Gaston Eugen Fick pada tahun 1888. Glass-Blown adalah bahan yang digunakan oleh Adolf dalam pembuatan softlens atau kontak lensa. Dia tidak serta merta menciptakan lensa kontak tersebut, karena selama pembuatannya Adolf selalu melakukan berbagai macam riset dan uji coba.

Dimulai dari bahan, warna, ukuran diameter, sampai ketebalannya dan tidak lupa dengan cara memakai softlens tersebut. Kemudian setelah semua riset tersebut sudah dilalui dengan berbagai macam rintangan, yang tentu saja tidak mudah untuk dilakukan. Barulah Adolf berani untuk berpendapat, bahwa Softlens atau kontak lensa hasil ciptaannya dapat digunakan sebagai alat bantu penglihatan manusia yang lebih fleksibel dan nyaman.

Adolf Fick melakukan beberapa uji coba untuk membuktikan bahwa Softlens atau lensa kontak yang ia ciptakan layak dipakai. Uji coba yang pertama kali ia lakukan adalah pada seekor kelinci. Setelah pada kelinci percobaannya berhasil, Adolf melakukan uji coba pada dirinya sendiri. Sampai akhirnya uji coba tersebut dilanjutkan kepada beberapa orang sukarelawan yang dengan senang hati, untuk mencoba dan memakai softlens buatannya.

Sayangnya, beberapa sukarelawan tersebut berpendapat bahwa Softlens atau lensa kontak ciptaan Adolf masih kurang nyaman untuk digunakan. Cara memakai softlens yang dicontohkan oleh Adolf dianggap tidak sesuai dengan ukuran bola mata. Sebenarnya wajar saja kalau para sukarelawan tersebut mengeluhkan kenyamanan softlens ciptaan Adolf. Hal ini karena Softlens atau lensanya ini masih terbilang memiliki volume yang lumayan besar dan berat. Sebagai catatan bahwa ketebalan Softlens atau lensa kontak ini berukuran 1.8 – 2.1 cm.

Pada bulan Maret 1888 Adolf Fick mulai mempublikasikan hasil temuan dan penelitiannya pada khalayak ramai. Meskipun terbilang gagal pada awalnya, pada kenyataannya ide Adolt ini menjadi sebuah terobosan baru pada masa itu yang dapat memancing inovasi-inovasi riset alat bantu mata yang praktis lebih maju lagi dibandingkan menggunakan kacamata. Dan usahanya tersebut tidak berbohong, karena lebih dari 10.000 pasang softlens terjual di Amerika antara tahun 1935-1939.

Singkat Sejarah Softlens

Softlens sudah ada jejaknya sejak tahun 1508 yakni Leonardo Da Vinci dalam buku catatanya yang banyak ditemukan sketsa kacamata yang dapat secara langsung dipakai pada bola mata. Kemudian pada tahun 1888 cikal bakal softlens dibuat oleh Adolf Fick yang melakukan serangkaian uji coba membuat softlens dengan bahan dasar Glass-blown. Dan softlens tersebut diberi nama Adolf Gaston Eugen Fick dengan banyak pertimbangan diantaranya adalah warna, ketebalan dan diameter.

Sebelum dikenakan pada manusia, softlens ini sebelumnya di uji coba pada seekor kelinci. Kemudian dipakai oleh dirinya sendiri dan terakhir pada sukarelawan yang senantiasa mau mencoba dan memakainya. Sampai pada akhirnya, di tahun yang sama Adolf Fick berhasil membuat softlens yang mendekati sempurna dan berhasil menjual ciptaannya lebih dari 10.000 pasang di Amerika Serikat, pada tahun 1935.

Kabar gembira datang untuk pecinta softlens pada tahun 1960. Softlens pada akhirnya berkembang dan dibuat dengan bahan Hydrogel yang ditemukan oleh ahli kimia dari Ceko. Kedua ilmuan ini bernama Otto Wichterle dan Drahoslava Lim yang dianggap pemakaiannya lebih nyaman sebelumnya. Baik dari segi bahan dan juga cara memakai softlens agar mata tidak merah.  Pada akhirnya mereka berdua mempublikasikan ciptaannya di Journal Nature dengan nama Hydrophilic Gels For Biological Use.

Perkembangan Softlens dari Masa ke Masa

Bila dilihat dari sejarahnya, perkembangan softlens sampai pada saat ini memang sudah banyak mengalami perubahan. Dan berikut ini adalah perkembangan softlens yang wajib Anda ketahui agar dapat menjadi referensi informasi tambahan mengenai softlens.

1. Tahun 1508

Berawal di tahun ini, dimana Leonardo da Vinci untuk pertama kalinya membuat sketsa rekaan lensa kontak. Yang mana beliau terinspirasi dari pandangan mata yang berubah saat ia berada di bawah air.

2. Tahun 1823

Kemudian berkembang lagi pada tahun ini dimana ada seorang ahli astronomi asal Inggris, Sir John Herschel, mengonseptualisasikan desain lensa kontak lebih terarah lagi. Tapi soal siapa yang pertama kali mempraktekan ide lama da Vinci, masih jadi perdebatan sampai sekarang. Ada yang bilang Herschel, F.A. Muller dari Jerman, dokter asal Swiss Adolf E. Fick, atau ahli optik asal Paris Edouard Kalt.

3. Tahun 1887

Puluhan tahun berikutnya, lensa kontak pertama dari kaca dibuat. Saat itu ukurannya masih cukup besar, sampai bisa menutupi seluruh permukaan mata, tak hanya bagian korneanya aja. Softlens yang ini berhasil diciptakan oleh Adolf Fick, sayangnya banyak ilmuwan merasa kalau kaca bukanlah material yang tepat untuk lensa kontak. Karena dengan memakai bahan kaca, mata jadi tak bisa ‘bernafas’ dan cepat membuat mata lelah.

4. Tahun 1939-1948

Akhirnya di tahun 1939, lensa kontak dari plastik pertama kali dibuat oleh Kevin Tuohy. Di antara tahun ini ilmuwan juga berinovasi membuat lensa kontak yang cuma menutup bagian kornea saja. Mereka mulai menyadari kalau lensa kontak nggak perlu menutupi semua permukaan mata.

5. Tahun 1971

Di tahun ini perkembangan penemuan lensa kontak ini semakin maju. Ilmuwan berhasil membuat lensa kontak dengan bahan yang lebih lembut, atau yang sekarang kita kenal dengan nama softlens.

6. Tahun 1978

Ilmuwan memperkenalkan lensa kontak GP (Gas Permeable). Mungkin di Indonesia jenis ini kurang populer. Tetapi yang jelas lensa kontak GP ini dibuat dari fluorosilicone acrylate. Mata Anda akan tetap ‘bernafas’ karena oksigen bisa menembus bahan jenis ini. Dan menurut informasi terpercaya, lensa kontak GP ini lebih tahan lama dari softlens biasa.

7. Tahun 1981-1986

Di rentang tahun ini Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat mengeluarkan izin penggunaan lensa kontak semalaman, baik softlens biasa maupun jenis GP tadi. Jadi boleh dipakai tidur! Tapi yang perlu diingat adalah softlens yang dapat dipakai tidur hanya softlens dengan jenis tertentu saja.

8. Tahun 1987-1996

Baru di tahun 1987 ilmuwan memperkenalkan softlens yang punya waktu kadaluarsa. Jadi ada masa pakainya gitu. Lalu 9 tahun kemudian, mereka mengenalkan softlens yang sekali pakai langsung buang alias umurnya cuma sehari.

9. Tahun 2002

Lensa kontak hidrogel silikon pertama kali dipasarkan. Contact lens jenis ini akan lebih memudahkan mata untuk menerima oksigen lebih banyak. Sekitar 8 tahun lalu, para ahli menyediakan layanan kustom untuk lensa kontak hidrogel silikon. Nantinya lensa kontak akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan mata pasien. Jadi keluhan mata bisa diminimalisir secepatnya.

Namun bila ditelisik dari perkembangannya yang begitu signifikan, penjabaran mengenai perkembangan softlens dapat Anda simak melalui penjabaran berikut ini.

Pada tahun 1949, teknologi softlens akhirnya sudah mendapatkan titik terang yaitu dengan adanya penemuan material sintetik baru yang dianggap lebih nyaman untuk bola mata yaitu, Poly Methyl Ethyl Propenoate (PMMA). Bahan tersebut sengaja dibuat untuk membuat softlens lebih bersahabat dengan mata manusia karena dinilai volumenya yang lebih ringan. Penemuan lensa kontak atau softlens terbaru tersebut membuat penjualannya pada tahun itu menarik minat masyarakat dan  meledak hingga mencapai 200 ribu pasang terjual.

Pada tahun 1960-an diluncurkan produk Softlens yang berbahan Hydrogel. Bahan Softlens Hydrogel ini berhasil ditemukan oleh kedua orang ahli kimia dari Republik Ceko yang bernama Otto Wichterle dan Drahoslava Lim. Kedua ahli kimia tersebut kemudian yang mempublikasikan risetnya dengan tajuk yaitu “Hydrophilic Gels for Biological Use” di jurnal Nature pada tahun sebelumnya. Pada masa itu, Otto dan Drahoslava akhirnya berhasil membuat terobosan terpenting dalam sejarah pembuatan Softlens terukir.

Dengan ditemukannya bahan Hydrogel sebagai bahan dasar pembuat Softlens, membuat produk softlens pada saat itu akhirnya kembali membuat pangsa pasar lebih meledak lagi. Masyarakat menilai pemakaian softlens dirasa sudah sangat aman dan nyaman dipakai untuk menggantikan fungsi kacamata konvensional yang dianggap lebih berat. Opini tersebut boleh dikatakan benar dan sah-sah saja. Karena bahan material Hydrogel ini dianggap lebih lembut dan sudah memungkinkan pergantian oksigen di mata saat menggunakan Softlens. Tidak tanggung-tanggung peneliti memberikan buktinya, yakni pada tahun 1971, bahan Hydrogel merupakan bahan dasar pembuat softlens pertama yang disetujui oleh Food & Drug Administration (FDA). Bahkan sampai detik ini, bahan tersebut tetap dipercaya dan terus dikembangan sebagai bahan dasar softlens.

Jenis-Jenis Softlens

Saat ini sudah banyak muncul beragam jenis dan merek lensa kontak yang ditawarkan, namun terkadang hal tersebut hanya akan membuat kita sulit menentukan lensa kontak mana yang akan dipakai. Tidak jarang juga Anda malah terjebak oleh lensa kontak dengan merek ternama saja padahal belum tentu sesuai dengan kebutuhan keseharian.

Oleh sebab itu ada baiknya bila pemakaian softlens disesuaikan dengan tipe lensa kontak yang akan dipakai dengan kebutuhan penglihatan, gaya hidup dan kondisi mata Anda. Perhatikan juga salah satu faktor yang menentukan kualitas lensa kontak yang baik yaitu material yang digunakan. Jadi sebelum memutuskan lensa kontak apa yang akan dipilih ada baiknya Anda mengetahui jenis-jenis lensa kontak berikut, diantaranya adalah:

1. RGP atau Rigid Gas Permeable

Atau biasa disebut dengan semi-hardlens, dapat dilihat dari fisiknya yang keras dan kaku sehingga tingkat kenyamanannya pun sangat rendah kerap tidak ada kata nyaman saat dipakai. Walau demikian RGP ternyata diklaim sebagai lensa kontak yang memiliki daya tembus oksigen paling tinggi diantara jenis lainnya, sehingga sangat baik untuk kesehatan kornea mata. Maka tidak heran bila dokter mata banyak yang memberikan saran akan pemakaian lensa ini pada beberapa kasus kelainan mata. Penderita myop tinggi dan astigmat kornea tinggi biasanya banyak yang menggunakan RPG.

2. Lensa kontak berbahan HEMA ( Hydroxyethyl Methacrylate )

Lensa kontak atau yang biasa disebut dengan softlens berbahan HEMA, merupakan bahan lensa kontak yang paling banyak digunakan saat ini. Tampilan fisiknya yang lembut dan lentur membuat lensa kontak ini cukup nyaman digunakan dan cocok di kornea mata. Informasi menariknya adalah oksigen yang diteruskan ke mata bergantung pada besarnya kadar air yang dimiliki lensa kontak tersebut. Sifatnya yang Hydrophilic (water loving) membuatnya mudah menyerap air mata, hal tersebut yang membuat terkadang softlens terasa kering di mata, biasanya banyak dipakai oleh pecinta softlens yang tidak memiliki cukup airmata atau berada di kondisi ruangan ber-AC.  Softlens pun sudah tersedia dalam ukuran minus dan cylinder , bening maupun berwarna.

3. Lensa kontak Silicone Hydrogel

Dapat dibilang seperti perpaduan dari keunggulan RGP dengan kelebihan pada HEMA. Lensa kontak yang satu ini memiliki kelenturan yang hampir sama dengan softlens sehingga Anda akan merasakan kesan nyaman saat digunakan. Bahannya yang unik, walaupun kadar airnya tergolong rendah tapi daya tembus oksigennya 5 kali lebih banyak dari softlens HEMA sehingga bisa digunakan sampai 12 jam perhari itulah yang membuat softlens ini begitu nyaman. Sangat cocok untuk Anda yang memakai lensa kontak dalam waktu lama.

4. Toric Lens

Toric lens ini biasanya dikhususkan hanya untuk pemakaian mata silinder diatas 1.00. Dan Toric Lens ini juga dibuat dengan kurva-kurva pada angle-angle yang berbeda untuk memdapatkan penglihatan yang lebih sempurna.

5. Prosthetic Lens

Prosthetic Lens ini juga biasanya dipakai untuk orang yang punya kelainan tampilan mata, atau orang yang mempunyai masalah deformed eyes entah karena bawaan sejak lahir atau karena kecelakaan. Fungsi dari Prosthetic Lens ini adalah untuk membuat mata Anda kelihatan seperti mata normal.

Selain itu juga, informasi lainnya adalah softlens juga dibagi berdasarkan material dasarnya dan lensa kontak pun dapat dibagi berdasarkan masa pakai. Softlens tersedia untuk pemakaian seperti pemakaian bulanan, mingguan, atau harian, intinya semua dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan gaya hidup Anda.

Pada dasarnya semua lensa kontak aman digunakan asalkan sesuai anjuran cara memakai softlens dari masing-masing produk. Perlu diingat untuk menentukan lensa kontak seperti apa yang paling cocok dengan mata Anda, pastinya Anda harus berkonsultasi dan melakukan pemeriksaan mata oleh dokter mata atau optician terlebih dahulu.  Periksakan selalu kesehatan mata Anda secara rutin agar kesehatan mata senantiasa terjaga dan selalu optimal dalam melihat.

Baca Juga: Cara Mengobati Mata Minus dengan Bahan Alami dan Produk Obat Mata Minus serta Efek Sampingnya

Cara Memakai Softlens Untuk Pemula 

Ada banyak cara sebenarnya cara memakai softlens yang dapat Anda aplikasikan dalam penggunaannya. Dan berikut ini beberapa penjabaran mengenai pemakaian softlens yang dapat Anda contoh, diantaranya adalah:

Sebelum Anda memutuskan untuk memakai softlens, ada baiknya bila Anda mengetahui softlens apa yang cocok dan pas untuk mata. Carilah merek softlens yang sudah ada izinnya dari Kementerian Kesehatan. Dan pastikan kalau softlens yang Anda pilih tidak mudah kering. Jangan lupa dengan menentukan diameternya softlens yang sesuai dengan bola mata atau dapat juga memilih yang diameternya normal.

Setelah itu persiapkan beberapa alat penunjang pemakaian softlens, diantaranya:

  1. Kotak atau tempat untuk menaruh softlens. Pastikan terlebih dahulu kotaknya tidak terlalu kecil sehingga dapat ditutup dengan rapat. Bila tidak sesuai, maka cairan softlens akan mudah keluar dan dapat membuat softlens kering sebelum waktunya.
  2. Cairan softlens.
  3. Capita tau pinset bila diperlukan.
  4. Kaca untuk melihat letak softlens.

Setelah semua persiapan sudah fix, maka langkah selanjutnya adalah memakai softlens untuk Anda yang masih pemula. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Pastikan selalu agar tangan dalam keadaan bersih. Sepele namun penting, yaitu untuk seorang pemula ada baiknya tidak memelihara kuku panjang. Karena dikhawatirkan kuku sudah tertempel kuman juga akan menjaga agar softlens tidak robek.
  2. Kemudian taruhlah softlens ke telapak tangan dan jangan lupa untuk teteskan beberapa cairan ke telapak tangan.
  3. Lalu dengan jari manis gunakan untuk membersihkan permukaan softlens. Perhatikan untuk membersihkannya perlahan saja.
  4. Bila dirasa sudah bersih, ambil softlens ke jari telunjuk dengan pinset atau penjepit yang sudah disiapkan tadi untuk kemudian diletakkan ke bola mata.
  5. Gunakan jari telunjuk dan jari tengah untuk menahan mata agar tidak menutup mata.
  6. Perlahan-lahan masukan softlens ke bola mata. Dan tarik kedua jari yang digunakan untuk menahan mata tadi jika softlens sudah menyentuh bola mata.
  7. Kedip-kedipkan mata Anda dan gerakan bola mata ke atas juga ke samping untuk merasakan apakah softlens sudah berada di posisi yang tepat dan nyaman. Bila belum merasa nyaman ambil lagi dengan gerakan mencubit softlens lalu bersihkan seperti pada langkah ke-3 dan letakkan kembali ke bola mata.
  8. Selesai

Bila Anda sudah ahli dalam pemakaian softlens, cara memakai softlens ini sebenarnya juga bisa dilakukan. Karena yang sudah ahli atau pun masih pemula pastinya akan melakukan praktek yang sama.

Tata Cara Memakai dan Melepas softlens dengan Mudah

Cara memakainya mungkin akan sama saja seperti pemakaian softlens untuk pemula, namun ada baiknya dan tidak ada salahnya bila Anda tetap memperhatikan tata cara pemakaian softlens dengan baik dan benar. Dengan demikian kebersihan softlens akan tetap terjaga dan mata Anda tidak akan mengalami iritasi bila mengikuti tata caranya.

  1. Cuci tangan Anda dengan sabun atau antiseptic, hal tersebut dilakukan agar tidak ada kuman yang menempel pada jari tangan atau kuku Anda.
  2. Kemudian pastikan bahwa tangan benar-benar kering saat hendak memegang softlens.
  3. Jangan lupa juga untuk memastikan kuku dalam keadaan bersih dan usahakan agar kuku tidak terlalu panjang karena dapat merusak softlens.
  4. Penting! Hindari selalu pemakaian sunblock/body lotion di tangan sebelum Anda menyentuh softlens. Karena dikhawatirkan masih ada sisa sunblock/body lotion yang menempel di softlens dan menyebabkan mata iritasi.
  5. Sebelumnya pastikan juga kalau softlens terendap dalam cairan khusus softlens di dalam softlens box.
  6. Bersihkan selalu softlens dengan menggosok kedua sisinya dengan cairan pembersih sebelum pemakaian.
  7. Langkah berikutnya adalah tarik kelopak mata bagian bawah menggunakan jari tengah, dan letakkan softlens di jari telunjuk.
  8. Lalu arahkan bola mata dengan melihat ke atas, lalu tempelkan softlens pada bagian putih mata.
  9. Bila sudah masuk, kedipkan mata sampai softlens sampai benar-benar berada tepat di kornea mata.
  10. Atau bila Anda sudah ahli, Anda juga bisa langsung menempelkan softlens ke kornea mata, tetapi kornea mata akan cenderung tidak fokus.
  11. Saat mata sudah terasa kering saat memakai softlens, maka teteskan selalu tetes mata/eye drop khusus bagi pengguna softlens.
  12. Jangan pernah mencoba untuk menggunakan tetes mata untuk iritasi. Karena hal tersebut sangat berbahaya!
  13. Dan jangan pernah mengucek mata saat memakai softlens walaupun mata terasa gatal. Sebaiknya Anda lepas dahulu softlens Anda di tempat yang steril untuk menghindari softlens robek saat mengucek mata.
  14. Yang paling penting untuk Anda perhatikan adalah agar melepas softlens saat hendak tidur atau pergi mandi.

Cara Melepas Softlens dengan Benar Bagi Pemula

Lalu bagaimana cara yang tepat untuk melepaskan softlens? Berikut ini adalah cara melepaskan softlens yang dapat Anda ikuti:

  1. Langkah pertama adalah cuci tangan dengan bersih menggunakan sabun atau antiseptic kemudian saat sudah dirasa bersih pastikan juga tangan dalam keadaan bersih dan kering.
  2. Lalu arahkan bola mata keatas dan tarik kelopak mata bawah ke arah bawah dengan jari tengah Anda.
  3. Selanjutnya letakkan jari telunjuk Anda pada bagian bawah lensa kontak lalu tarik lensa kontak ke bawah ke bagian putih mata Anda.
  4. Gunakan pinset atau dengan jari telunjuk dan ibu jari Anda untuk menjepit perlahan kontak lensa Anda dan lepaskan dari mata Anda.
  5. Anda dapat mengulangi langkah ini untuk membuka softlens pada mata satunya.

Setelah Anda mengetahui tata cara memakai softlens dan melepaskannya dengan baik dan benar, berikut ini ada beberapa tips memilih softlens yang harus Anda ketahui.

Tips Memilih Softlens yang Aman dan Nyaman untuk Mata

1. Memilih warna softlens yang nyaman untuk mata

Tips jitu memilih softlens bagi pemula adalah memilih warna softlens yang wajar alias tidak terlalu mencolok. Ada ragam warna softlens yang sudah Anda ketahui, seperti   warna black, grey, blue, green, pink, aqua dan masih banyak lagi.

Untuk Anda yang masih pemula yang memutuskan memakai softlens hanya untuk menggantikan fungsi kacamata baiknya memilih warna bening saja. Kalaupun ingin tetap menggunakan softlens warna, pilih warna brown atau grey. Bukan tanpa alasan, softlens warna bening memiliki kadar air yang lebih tinggi akan membuat Anda lebih nyaman saat memakainya.

2. Hindari pemakaian softlens beraneka motif

Softlens dengan motif-motif pastinya akan membuat menarik untuk dipakai bukan? Selain itu juga dapat membuat tampilan mata Anda menjadi lebih menarik. Namun untuk Anda yang masih pemula dan belum terbiasa memakai softlens sebaiknya gunakan softlens dengan motif polos tanpa motif sedikitpun. Karena saat Anda sudah terbiasa menjalani hari dengan softlens warna bening, maka Anda dapat mempertimbangkan untuk memakai softlens motif dan beraneka warna.

3. Pilih kadar air yang tepat untuk mata

48% adalah kadar air softlens yang paling bagus, akan tetapi hal tersebut tetap harus dikembalikan lagi kepada kondisi mata Anda. Setiap orang pastinya memiliki kondisi mata yang berbeda-beda, oleh sebab itu ada biaknya bila Anda sesuaikan kadar air kontak lensa dengan kondisi mata.

Dan bila kadar air softlens lebih dari 50% maka kadar air softlens dinyatakan tinggi. Yang jelas, kadar air yang tinggi di dalam sebuah softlens sangat tidak disarankan karena dapat menyebabkan mata terasa tidak nyaman saat menggunakan softlens. Namun bila Anda memiliki mata dengan produksi air mata yang sedikit, maka sebaiknya pilihlah softlens dengan kadar air rendah karena softlens dengan kadar air ini lebih sedikit menyerap air mata sehingga kelembapan bola mata tetap terjaga dengan baik.

4. Perhatikan diameter softlens

Bila Anda pecinta softlens pastinya sudah tahu bahwa setiap merk softlens memiliki diameter yang berbeda-beda. Dan pastinya diameter softlens ini harus dapat disesuaikan dengan ukuran bola mata Anda. Gunakanlah softlens dengan diameter yang sesuai dengan ukuran bola mata Anda agar saat dipakainya dapat membuat nyaman dan tidak risih. Informasi penting untuk Anda, bila memiliki bola mata yang besar sebaiknya pilihlah softlens dengan diameter 15 mm. Namun, bila sebaliknya maka pilihlah kontak lensa dengan ukuran diameter yang lebih kecil. Jangan lupa untuk selalu memperhatikan tata cara memakai softlens yang benar.

5. Pilihlah softlens sesuai dengan kebutuhan mata

Untuk Anda yang memiliki mata minus ada baiknya untuk rutin mengecek jumlah minus mata. Karena minus mata dapat bertambah dengan seiring berjalannya waktu. Dan tips memilih softlens yang tepat untuk Anda adalah dengan menyesuaikan minus mata dengan softlens yang hendak dibeli. Oleh sebab itu ada baiknya bila Anda mengukur minus mata Anda terlebih dahulu sebelum membeli. Bila Anda membeli softlens di optik, Anda dapat request untuk mengukur mata terlebih dahulu menggunakan mesin khusus yang biasanya sudah tersedia di optik.

6. Selalu memperhatikan teknologi terbaru softlens

Bila Anda membaca perkembangan softlens diatas tadi, pastinya Anda paham kalau lensa kontak selalu mengalami pembaruan teknologi yang pastinya akan menguntungkan penggunanya. Dan salah satu teknologi softlens yang saat ini masih dipercaya adalah Hydrogel, di mana pada teknologi ini sangat memungkinkan oksigen mengalir dengan bebas.

Tidak hanya itu, ada pula softlens dengan teknologi UV Blocking yang mencegah kerusakan softlens dan mata saat terpapar sinar matahari. Selain itu juga, ada merk softlens yang bagus dengan teknologi Lacreon yang pastinya sangat bermanfaat dalam menjaga kelembaban alami mata. Semua ada di tangan Anda untuk memilih softlens dengan teknologi yang paling dibutuhkan.

7. Tidak lupa untuk mengecek masa expired

Perlu Anda ketahui bahwa hampir semua produk softlens memiliki masa kedaluwarsa atau expired. Ini yang menjadi salah satu kekurangan softlens karena tidak bisa awet dan tahan lama seperti kacamata biasa yang Anda gunakan. Karena bila softlens sudah memasuki masa kedaluwarsa, maka Anda harus membuang dan membeli softlens baru lagi. Bila Anda tetap memakai softlens yang sudah kedaluwarsa maka siap-siap saja mata akan mengalami iritasi dan merah karena penggunaan softlens yang sudah expired.

Maka untuk Anda yang memang memiliki dana lebih dan ingin memakai softlens dengan jangka waktu yang lama ada baiknya membeli softlens dengan masa expired-nya 1 tahun. Atau Anda juga dapat memilih softlens dengan masa kadaluarsa 3 bulan, 6 bulan, sampai 1 tahun. Semuanya dapat disesuaikan dengan kenyamanan Anda memakai lensa kontak tersebut.

8. Selalu membeli softlens langsung di Optik

Di zaman yang serba online ini pasti Anda mudah sekali tergiur membeli softlens di toko-toko online. Sebagian toko online memang ada yang amanah, namun ada pula toko online yang tidak amanah. Maka ada baiknya bila Anda ingin memastikan kualitas softlens yang hendak dibeli sebaiknya Anda membeli softlens langsung di optik. Keuntungan lainnya saat Anda membeli di optik, Anda juga dapat sekalian periksa minus mata di optik.

Tips ini lebih berfokus untuk Anda yang masih pemula dalam pemakaian softlens, tapi untuk Anda yang sudah ahli ada baiknya bila tetap mengikuti tips ini agar selalu waspada saat membeli dan memakai lensa kontak. Pilihlah selalu lensa kontak yang sesuai dengan kebutuhan mata dan selalu perhatikan cara memakai softlens yang benar, tidak lupa dengan tingkat kenyamanan, kadar air, juga kesehatan mata Anda selalu.

Tips Membersihkan Softlens

Ada berbagai banyak cara membersihkan softlens dengan baik dan benar khususnya bagi pemula. Berikut ini beberapa tips-tipsnya:

  1. Perhatinkan tanggal kadaluwarsa soflens tersebut.
  2. Selalu stok carian pembersih soflens, jika sewaktu waktu dibutuhkan.
  3. Ketika membersihkan softlens usahakan tangan tetap bersih.
  4. Perhatikan juga kuku anda, harus bersih dan pendek.
  5. Rutin mengganti carian dan membersihkan tempat atau wadah soflens.
  6. Rawatlah softlens dengan baik.

Baca Juga: Cara Mengurangi Mata Minus dengan Bahan Alami, Alat, Terapi dan Obat Serta Efek Samping

Nah demikianlah beberapa penjabaran mengenai softlens yang dimulai dari pengertian, sejarah, dan cara memakai softlens serta cara melepaskannya. Tidak lupa pula dengan tips memilih softlens yang baik untuk Anda. Semoga ulasan-ulasan diatas dapat memberikan Anda referensi yang pas juga dapat memberikan manfaat mengenai softlens atau lensa kontak.

Continue Reading

More in Kecantikan

To Top